Atasi Pascabencana, Pemkot Payakumbuh Optimalkan Tambahan Dana TKD 2026

HORIZONE - Pemerintah Kota (Pemkot) Payakumbuh menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Langkah strategis ini dilakukan melalui optimalisasi penggunaan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026.

Atasi Pascabencana, Pemkot Payakumbuh Optimalkan Tambahan Dana TKD 2026

Dukungan tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, melalui Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) virtual bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Kamis (21/5/2026).

Rakor yang berlangsung di Aula Riza Fahlevi, Balai Kota Payakumbuh tersebut secara khusus membahas realisasi anggaran tambahan TKD bagi daerah-daerah yang terdampak bencana, termasuk di wilayah Sumatra Barat.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menegaskan bahwa Pemkot memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan dana dukungan dari pemerintah pusat mengalir dengan cepat dan tepat sasaran.

Menurutnya, efisiensi anggaran adalah kunci utama dalam memperkuat mitigasi bencana di daerah.

“Hal ini menjadi perhatian bersama agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif, tepat sasaran, dan segera direalisasikan. Baik untuk upaya mitigasi maupun kegiatan yang memperkuat kesiapsiagaan kebencanaan,” ujar Elzadaswarman.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian meminta dengan tegas agar seluruh pemerintah daerah (Pemda) tidak menunda-nunda penyerapan anggaran tambahan TKD ini. Tito menekankan pentingnya membangun ekosistem kesiapsiagaan bencana yang kokoh di daerah.

"Segera dimanfaatkan, baik untuk kegiatan mitigasi maupun kegiatan yang memperkuat ekosistem kebencanaan ketika terjadi bencana. Tolong dimanfaatkan betul," tegas Tito.

Mendagri juga memberikan peringatan keras kepada daerah yang belum menyusun program kerja terkait dana mitigasi ini.

"Bagi yang belum memiliki rencana, segera selesaikan. Jangan sampai anggaran mengendap dan tidak dimanfaatkan," tambahnya.

Selain membahas penyerapan anggaran, Rakor tersebut juga memaparkan progres Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Renduk PRRP Sumatera).

red-ril

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow