Padang Panjang Ditargetkan Jadi Kota Tujuan

Padang Panjang Ditargetkan Jadi Kota Tujuan

HORIZONE  — Pemerintah Kota Padang Panjang  terus mengembangkan kota tersebut sebagai kota tujuan.  Sebab sebagai kota yang luasnya hanya 2.300 hektare (23 km persegi) perlu membuat mata orang melirik ke kota ini.

Untuk mencapai tujuan tersebut perlu upaya mengelaborasi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)-nya. Sehingga Kota Padang Panjang menjadi kota tujuan di Sumatera Barat. 

Wali Kota, H. Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano mengemukakan hal tersebut pada kegiatan Peningkatan Kompetensi UMKM Kriya yang dibuka Ketua Dekranas, Hj. Wury Ma'ruf Amin, Jumat (21/7) di Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang.

“Kita menargetkan Kota Padang Panjang sebagai kota tujuan. Salah satunya dengan mengembangkan UMKM. Hampir 80% penggerak perekonomian di kota ini ditopang gerakan ekonomi UMKM,” katanya.

Dikatakannya lagi, Pemko sangat concern dengan UMKM, termasuk UMKM kerajinan. Karena UMKM sangat mendominasi perekonomian kota ini.

Data 2021, ada 13.688 UMKM di Padang Panjang. Sekitar 46% UMKM menggeluti fashion, 42% UMKM kerajinan kulit dan alas kaki, 12% UMKM yang berkaitan dengan makanan dan minuman.

“Tenaga kerja sektor UMKM sekitar 19.163 orang. Sedangkan volume usaha Rp805,6 miliar,” katanya. 

Salah satu program unggulan Pemko guna mengembangkan UMKM, lanjut Fadly, adalah Rumah Wirausaha. Pelaku UMKM diberikan berbagai pelatihan dan pendampingan.

Seperti peningkatan kualitas produksi, peningkatan manajemen usaha, pemanfaatan teknologi, dalam bentuk digitalisasi proses dan marketing. Serta 
upaya mendapatkan modal dari bank dan lembaga keuangan lainnya.

Dikatakannya lagi, Pemko mendukung pengembangan UMKM kerajinan dengan menyediakan fasilitas Pasar Seni, Galeri UMKM bekerja sama  dengan berbagai pihak, terutama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. 

“ISI adalah salah satu kekuatan pengembangan kerajinan di Padang Panjang,” tuturnya.

Adapun beberapa kerajinan unggulan Padang Panjang yaitu aneka kerajinan berbahan dasar kulit, batik, bordir, songket, anyaman, dan seni pahat.

Kedatangan ketua Dewan Kerajinan  Nasional (Dekranas), ungkap Fadly, sangat memberikan semangat pada pelaku kerajinan di kota ini untuk meningkatkan kreativitas dan produksinya.

“Harapannya,  Ibu Wury Ma’ruf Amin, mohon dukungan dari Dekranas Pusat untuk pengembangan kerajinan yang ada di Padang Panjang,” sebutnya. 

( Asmoro/R ** )

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow