Sensus Ekonomi 2026, Pemko Sawahlunto dan BPS Canangkan Program Desa Cantik
HORIZONE – Badan Pusat Statistik (BPS) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto resmi menggelar sosialisasi Sensus Ekonomi sekaligus pencanangan program Desa Cinta Statistik (Cantik).
Langkah strategis ini diambil guna memperkuat basis data pembangunan daerah agar lebih akurat, adaptif, dan tepat sasaran.
Kegiatan berskala nasional di tingkat daerah tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, di Hotel Khas Ombilin pada Jumat (22/5/2026).
Program ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan penjaringan serta pemetaan data statistik, khususnya pada sektor ekonomi makro dan mikro. Langkah ini dinilai krusial untuk menghasilkan data strategis yang bermanfaat bagi arah kebijakan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dan lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan sensus ini.
Menurut Riyanda, validitas data di lapangan sangat bergantung pada keterbukaan dan kejujuran responden saat diwawancarai oleh petugas.
“Keterlibatan aktif semua pihak dinilai krusial agar data ekonomi yang dihimpun di lapangan benar-benar akurat, komprehensif, dan relevan dengan kondisi riil di tengah masyarakat,” ujar Riyanda Putra.
Pemko Sawahlunto mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, hingga kelurahan untuk memperkuat sinergi dengan BPS.
Kehadiran program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) diharapkan menjadi motor penggerak literasi data di tingkat akar rumput. Melalui program ini, perangkat desa akan dibina agar mampu mengelola dan memanfaatkan data statistik secara mandiri untuk kemajuan wilayahnya.
Penguatan kolaborasi dalam mendukung implementasi Sensus Ekonomi dan Desa Cantik ini diharapkan dapat memajukan tata kelola data di tingkat daerah. Dengan demikian, program-program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur ke depan dapat berjalan lebih efektif tanpa salah sasaran.
Sensus Ekonomi dan pencanangan Desa Cantik di Sawahlunto ini menjadi bagian dari agenda nasional BPS dalam memetakan potret perekonomian pasca-pandemi dan di tengah transisi digital. Data yang akurat akan menjadi acuan investasi, pemetaan potensi UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja lokal di Kota Sawahlunto.
Acara sosialisasi ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, kepala dinas, camat, serta seluruh kepala desa dan lurah se-Kota Sawahlunto yang siap mengawal jalannya pengumpulan data di lapangan.
red-ril
What's Your Reaction?



