Bundo Kanduang Kabupaten Solok Studi Tiru ke Pariaman, Perkuat Kursus Pra-Nikah Berbasis Adat dan Agama
HORIZONE – Bundo Kanduang Nagari Saniang Baka, Kabupaten Solok bersama Bundo Kanduang Kabupaten Solok melakukan kunjungan studi tiru ke Kota Pariaman dalam rangka memperkuat penerapan nilai adat dan agama bagi calon pengantin melalui program kursus pra-nikah.
Rombongan disambut Pemerintah Kota Pariaman yang diwakili Asisten II Setdako, Hj. Nazifah, bersama Wakil Pembina Bundo Kanduang Kota Pariaman Ny. Dina Mulyadi, Ketua Dharmawanita Ny. Nelvi Afrizal, serta jajaran Bundo Kanduang di Balairung Kota Pariaman, Rabu (22/4/2026).
Mewakili Wali Kota Pariaman, Hj. Nazifah menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bentuk penguatan silaturahmi antar pengurus Bundo Kanduang di Sumatera Barat.
“Ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman dan memperkuat peran Bundo Kanduang dalam menjaga nilai adat dan budaya Minangkabau, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Bundo Kanduang memiliki posisi strategis sebagai pilar utama dalam pelestarian adat, sekaligus sebagai figur sentral dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan di tengah masyarakat Minangkabau.
Selain membahas program kursus pra-nikah bagi calon pengantin, pertemuan ini juga menjadi ajang diskusi terkait pengembangan budaya daerah. Kota Pariaman, lanjutnya, memiliki beragam potensi mulai dari festival budaya, kuliner hingga kerajinan khas yang dapat dikolaborasikan dengan daerah lain, termasuk Kabupaten Solok.
“Sinergi antar daerah sangat penting dalam mendorong promosi serta pengembangan kearifan lokal. Kita bisa saling mendukung untuk memperkuat identitas budaya masing-masing,” tambahnya.
Kunjungan studi tiru ini diharapkan mampu mendorong pertukaran gagasan dan inovasi dalam penguatan nilai adat istiadat, sekaligus mempertegas peran Bundo Kanduang sebagai *limpapeh rumah nan gadang* dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Pariaman juga menghadirkan stan promosi produk UMKM yang menampilkan berbagai kerajinan dan kuliner khas daerah sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal berbasis budaya.
red-ril
What's Your Reaction?



