Cerita Lapau Kopi Wujudkan Normalisasi Sungai Banda Luruih Aie Paku Kuranji
HORIZONE - Ihwal normalisasi Banda Luruih Aie Paku, Sei Sapieh yang kerap menjadi menjadi momok banjir kawasan sungai Sapiek, ceritanya cukup berbelok, sama keloknya dengan aliran sungai itu sendiri.
Bermula ketika Kata Walikota Padang, Hendri Septa mengunjungi SMPN 27 Padang pada bulan Desember 2022 yang lalu. Pasca terjadinya banjir, luapan air dan lumpur Sungai Banda Luruih Aie Paku bahkan sampai ke areal RSUD dr. Rasyidin. Semua pemukiman masyarakat dipenuhi lumpur akibat banjir musiman.
“ Melihat dampak banjir yang memprihatinkan, saya memerintahkan Camat Kuranji agar berupaya mengatasi masalah banjir Sei Sapieh dengan berkoordinasi bersama dinas PUPR,” kata Walikota Padang Hendri Septa ketika melakukan peninjauan lokasi normalisasi bersama Kepala Bappeda Yenni Eliza, Kadis PUPR Tri Hadiyanto dan Kadis Dikbud Yopi Krislova, Senin (13/3/2023).
Menurut Walikota Padang, program normalisasi Sungai Banda Luruih, Aie Paku, mestinya sudah rampung. Dua titik lokasi pengerjaan sepanjang 800 meter, yang kemudian dilanjutkan dari depan SMPN 27 Padang sampai ke samping RSUD Dr. Rasyidin sepanjang sekitar 1.000 meter, telah dikerjakan Dinas SDA BK Propinsi Sumbar.
Tetapi program pengendalian banjir terpadu itu menjadi belum kelar, karena pihaknya didesak masyarakat Sungai Sapieh untuk melanjutkan proyek pengendalian banjir itu sampai ke belakang Balaikota Aie Pacah sepanjang 600 meter dengan lebar 10 meter.
Melalui pemuka masyarakat setempat, Zainal Abidin Taher, warga meminta normalisasi kawasan Kelurahan Sei Sapieh, Kecamatan Kuranji benar-benar tuntas.
Tak dapat tidak, Walikota Padang akhirnya menyikapi aspirasi masyarakat. Ia kemudian memerintahkan Kadis PUPR Padang agar melanjutkan normalisasi Banda Luruih Aie Paku hingga ke perkantoran Balaikota Aie Pacah sepanjang 600 meter lagi, dengan lebar 10 meter.

Hendri Septa semakin termotivasi menuntaskan program penanganan banjir itu, setelah dirinya melihat bobot pekerjaan yang dilakukan Dinas SDA-BK Sumbar sudah rampung. Pekerjaan yang dimulai bulan Februari 2023 sepanjang 800 Meter, kemudian dilanjutkan dari depan SMPN 27 sampai ke samping RSUD Dr. Rasyidin sepanjang 1000 meter, sudah tuntas. Ia tidak menyangka progresnya sangat luar biasa.
Apalagi ketika tokoh adat sekaligus ketua komite SMPN 27 Padang, Zainal Abidin Taher, memberi garansi soal lahan yang terdampak tanpa ganti rugi.
Terhadap perkembangan program normalisasi sungai Banda Luruih Aie Paku itu, Walikota Padang Hendri Septa menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Anggota DPRD Sumbar, Evi Yandri yang sangat gigih memperjuangkan anggaran normalisasi melalui APBD Sumbar.
Apresiasi juga diberikan kepala Dinas PUPR Kota Padang Tri Hadiyanto, Dinas SDA-BK Provinsi Sumbar, anggota DPRD Kota Padang Ja'far, SH, Lurah Sei.Sapieh, Masrul berikut RW, RT serta Ketua LPM, Ketua Pemuda, Niniek Mamak dan seluruh tokoh masyarakat yang mensukseskan kegiatan itu.

Berjuang di Lapau Kopi
Awal dilakukan normalisasi sungai Banda Luruih, menurut Camat Kuranji, Yandra, setelah dirinya mengikuti rapat dengan Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto. Pada rapat di kantor Dinas PUPR Kota Padang di Ujung Gurun. Dalam rapat itu juga diundang pejabat Dinas Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (SDA-BK) Provinsi Sumbar.
Pertemuan antara Camat dengan Kadis PUPR Kota Padang dan SDA-BK Provinsi Sumbar, menghasilkan kesepakatan. Pihak SDA BK Sumbar bersedia melakukan normalisasi Banda Luruih Aie Paku melalui dana Operasional Pemeliharaan (OP) tahun 2023 dengan catatan, tidak ada biaya ganti rugi tanah atau tanaman yang terdampak normalisasi.
Tanggungjawab yang tidak enteng itu, mulai membuntuti Camat Kuranji. Bagaimana caranya agar masyarakat mau melepaskan tanah atau tanaman untuk mensukseskan program normalisasi tanpa ganti rugi.
Apa akal? Tanpa bermenung, mantan Kepala Dinas Sosial dan mantan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok itu langsung mengitari kawasan Air Paku Sei. Sapih. Sendiri ia kesana. Camat Kuranji itu kemudian mampir disebuah kedai kopi didepan SMPN 27, karena melihat sejumlah warga juga sedang duduk dikedai itu.
Setelah ikut memesan kopi setengah gelas, Camat Kuranji mulai bercerita soal ancaman banjir dengan segala dampaknya. Bersamaan, ia kemudian memanggil Lurah Sungai Sapieh, RW dan RT setempat, dan bercerita tentang maksudnya mengajak warga untuk mengatasi banjir dengan melakukan normalisasi sungai Banda Luruh Aie Paku.
Menurut Zainal Abidin Taher, pemuka masyarakat yang terus mengawal ota Camat Kuranji, pihaknya semula merasa pesimis terhadap kemampuan Camat Kuranji yang baru dilantik awal tahun 2022 itu.
Banyak masyarakat tidak yakin dengam rencana normalisasi itu. Tetapi entah bagaimana, setelah tiga kali pertemuan di kedai kopi yang sama, masyarakat Sei Sapieh akhirnya sepakat mendukung normalisasi sungai Banda Luruih Aie Paku.
“ Pak Wali, sudah lebih 30 tahun sungai Sapieh menjadi langganan banjir. Sudah 7 Walikota Padang. Tak terhitung pula Camat dan Lurah yang tugas di Kuranji ini. Tetapi usaha penanggulangan banjir cuma harapan saja. Tidak ada realisasi. Kini, dengan Walikota Hendri Septa, dalam waktu cuma 3 bulan semua keluhan warga tentang banjir sudah dapat diatasi,” tutur Zainal Abidin Taher dihadapan Hendri Septa.
Dikisahkan Zainal Abidin, sambil mengopi di kedai itu, mulanya warga Sungai Sapieh menganggap Camat Kuranji ini hanya bermimpi saja. Ota Camat Kuranji rasanya sekedar pemanis kopi saja.
“ Kini harus kita akui, kegigihan Camat Kuranji mengajak warga dan tokoh-tokoh masyarakat ketika berdiskusi diwarung kopi, hasilnya luar biasa, Semua seperti dibuktikan dengan dilakukannya proyek nomalisasi,” bebernya.
Ketua Komite SMPN 27 Padang itu bahkan mengaku, selain ragu dengan ota Camat, masyarakat Sungai Sapieh banyak yang menolak rencana normalisasi karena tidak ada ganti rugi lahan, tetapi kemudian malah dengan suka-rela melepaskan lahan dan tanaman agar normalisasi Banda Aie Luruih dituntaskan.
“ Atas nama maayarakat, kami sangat berterima kasih kepada bapak Walikota yang telah mengirim orang Solok ini untuk menjadi Camat disini. Pak Wali sudah mengirim orang yang tepat ke Kuranji, sehingga Insya Allah Kelurahan Sei Sapieh akan terbebas dengan banjir,” ujarnya .
Setentang itu, Camat Kuranji, Yandra menyampaikan, kegiatan normalisasi adalah implementasi dari Program Unggulan (Progul) Walikota Padang untuk melanjutkan betonisasi jalan lingkungan, pengaspalan dan pelebaran jalan, serta perbaikan drainase dan pengendalian banjir terpadu.
Normalisasi Banda Luruih Aie Paku, kata Yandra, tentunya tidak terlepas dari keinginan kuat Walikota Padang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Obsesi Walikota itu didukung penuh pula oleh semua pihak, terutama Anggota DPRD Sumbar Evi Yandri, Dinas SDA-BK Sumbar, Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Niniak Mamak, dan seluruh masyarakat Aie Paku Kelurahan Sei. Sapieh.
“ Kekompakkan masyarakat itulah yang membantu semua kegiatan pembangunan ini. Kami bersama Lurah, RW dan RT sebagai perpanjangan tangan pak Walikota, hanya menjalankan amanah dan melaksanaka perintah dari atasan,” sebut Camat Kuranji.
(Aznul Hakim)
What's Your Reaction?



