Balai Penyuluh KB Kecamatan Hiliran Gumanti Lakukan Penyuluhan Stunting di Sungai Abu
HORIZONE - Balai Penyuluh KB Kecamatan Hiliran Gumanti menyelenggarakan penyuluhan stunting kepada kader Posyandu Melati dan ibu-ibu pemilik balita di Pustu Idaman, Jorong Balai Garabak, Nagari Sungai Abu Rabu (12/10) .
Koordinator Balai Penyuluh KB Kecamatan Hiliran Gumanti Candra mengatakan, penyuluhan tentang stunting perlu disampaikan agar masyarakat mengetahui dan memahami apa itu stunting.
Hal ini bertujuan, agar para ibu-ibu pemilik balita dapat mengetahui ciri ciri dan cara penanganannya . Sehingga dampak stunting dapat diatasi semenjak dini.
Muhammad Hendro Mandaliko dalam penyuluhannya mengatakan, ciri anak terkena stunting secara kasat mata dapat dilihat dari pertumbuhan seorang anak.
Anak yang lambat pertumbuhannya dari semestinya sudah bisa dikatakan terkena Stunting. Pertumbuhan tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan tingginya dan berat badannya yang tidak berkembang.
Persoalan stunting termasuk dalam agenda pembangunan nasional, dan Kabupaten Solok menjadi salah satu lokasi prioritas penanggulangan stunting sejak tahun 2019.
Lanjutnya, stunting tidak hanya mempengaruhi tinggi badan balita Secara fisik, tetapi juga menghambat perkembangan otak sehingga mempengaruhi tingkat kecerdasan dan kesehatan dalam jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Solok telah menetapkan di dalam RPJMN target penurunan stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen. Target ini mustahil akan tercapai tanpa dukungan semua pihak.
Hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) di tahun 2021, prevalensi stunting nasional 24,4% dan prevalensi stunting Sumatera Barat 23,3%. Sementara dari hasil SSGI 2021, prevalensi stunting Kabupaten Solok menjadi yang tertinggi di Sumatera Barat yaitu 40,1%.
Ia mengatakan, meskipun pada kenyataan berdasarkan data by name by address pada aplikasi e-PPGBM angka stunting Kabupaten Solok sebesar 16,2% yang di peroleh dari hasil penimbangan masal pada bulan Agustus 2021.
Meskipun terdapat perbedaan data yang cukup signifikan antara data survei dan data real prevalensi stunting di kabupaten Solok. Hal ini tidak bisa d jadikan hambatan dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Solok.
Untuk mencapai angka 14% di tahun 2024, intervensi di lakukan secara sinergis dan bersama - sama oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, nagari dengan masyarakat dan pihak swasta.
( Aznul Hakim )
What's Your Reaction?



