Pererat Silaturahmi dan Mohon Keridhoan Allah SWT, Warga KTK Solok Gelar Do’a Tulak Bala
Ketua DPRD Kota Solok beri sambutan
HORIZONE - Tradisi Do’a Tulak Bala yang telah diwarisi secara turun temurun dikalangan masyarakat, selain meminta keridhoan dari Allah SWT, sekaligus menjadi wahana silaturahmi bagi warga Kelurahan Kampai Tabu Karambie, Kota Solok.
Kegiatan tradisi Do’a Tulak Bala yang diselenggarakan, Kamis (14/10/2021) pagi, dihadiri ratusan anggota masyarakat bersama Ketua DPRD Kota Solok,Hj.Nurnisma.SH dan anggota DPRD lainnya, diantaranya Yoserizal.SH dan Wazadly.SH, Ketua LKAAM Kota Solok,H Rusli Khatib Sulaiman, Ketua Bundo Kanduang Kota Solok Sitta Novembra, Lurah KTK Noviandi Yusaf, para Niniak Mamak dan Bundo kanduang dari masing – masing kelurahan serta masyaraka tani yang tergabung dalam kelompok perkumpulan Petani pemakai air (P3A) Sawah Bodi.
Ketua LKAAM Kota Solok,H.Rusli Malin Marajo menyampaikan, tradisi Doa tulak bala merupakan permohonan kepada Allah SWT dengan cara membacakan shalawat nabi secara bersama – sama dengan sambil berjalan kaki mengelilingi hamparan sawah dengan dipandu oleh seorang ulama.
“ Tulak bala itu sendiri bertujuan agar tanaman terhindar dari berbagai macam bahaya dan hama penyakit tanaman, sehingga hasil panen sesuai dengan hasil yang di harapkan oleh petani nantinya,”kata H.Rusli Malin Marajo.

Tradisi Tulak Bala dengan membacakan Shalawat Nabi bersama – sama sambil mengelilingi hamparan sawah yang dipandu oleh seorang ulama
Menyambut itu, Ketua DPRD Kota Solok, Hj.Nurnisma menjelaskan, selaku lembaga legislative, pihaknya sangat mengapresiasi dan bangga dengan diadakannya kegiatan tradisi Doa Tulak Bala oleh masyarakat Kelurahan KTK.
Diharapkan, kegiatan Do’a Tulak Bala ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tradisi Doa tulak bala juga rutin dilaksanakan oleh masyarakat yang berada di hamparan Sawah Solok
“ Kita berharap kegiatan seperti ini menjadi contoh dan diikuti oleh kelurahan lainnya yang memiliki lahan pertanian,” kata Hj.Nurnisma.
Pihaknya menilai, dengan di adakannya tradisi turun-temurun tersebut, selain melestarikan budaya, juga dijadikan ajang untuk bersilaturahmi.
Ketua DPRD Kota Solok menyebutkan, sudah saatnya masyarakat membangkitkan kembali tradisi lama untuk di jadikan sebuah edukasi bagi generasi muda guna mempertahankan kearifan lokal. Sebagai contoh, saat ini telah banyak generasi muda yang tidak lagi saling mengenal hubungan kekerabatan satu sama lainnya.
“Hapan kita, tentu hari ini mudah-mudahan Tuhan bisa mengabulkan permohonan kita dan semua berharap melalui ritual doa tulak bala ini, Insya Allah akan diijabah Tuhan Alllah SWT sebagaimana yang kita harapkan,” tuturnya.

Sebelum prosesi do'a tulak bala, ketua DPRD dan Ketua LKAAM foto bersama dengan para bundo kanduang dan pemuka masyarakat Kota Solok
Sebelumnya, panitia pelaksana sekaligus anggota DPRD Kota Solok,Yoserizal dan Wazadly mengatakan, kegiatan Do’a Tulak Bala bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa, agar terhindar dan dijauhkan dari segala Bala dan bencana.
“ Sekaligus ritual doa tulak bala ini juga sebagai ungkapan rasa Syukur atas segala Nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua,” kata Yoserizal.
Ditambahkan, acara ini juga sebagai ajang untuk merajut dan menguatkan silaturahmi sesama masyarakat, tidak tertutup hanya untuk kalangan masyarakat Kelurahan KTK saja akan tetapi semua Masyarakat Kota Solok pada umumnya.
“ Kita saling mendoakan dalam hal kebaikan dan keberutungan” ujarnya. (Wayhu Haryadi)
What's Your Reaction?



