Pupuk Organik AMA Alternatif Menekan Biaya Produksi. Keltan Sinergi Tani Terima Sertifikat Prima Tiga
HORIZONE - Biaya produksi masih menjadi kendala utama bagi masyarakat petani dalam menghadapi daya saing pasar. Akibatnya tingkat kesejahteraan petani masih jauh dari harapan.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog saat Dinas Pangan Sumatera Barat melalui Balai Sertifikasi dan Pengawasan Hasil Pangan menyerahkan Sertifikat Produk Prima Tiga kepada Ketua Keltan Sinergi Tani Erith Decenaldo, Rabu (8/2) di Nagari Salimpek, Kecamatan Lembah Gumanti.
Sertifikat Produk Prima Tiga diserahkan oleh Kepala UPT Balai Sertifikasi dan Pengawasan Mutu Pangan Dinas Pangan Sumbar Dr. Ir. Novian Jamil .

Menurut Dr. Ir. Novian Jamil pemberian sertifikat tersebut setelah melalui analisa laboratorium oleh ahlinya. Setelah lulus uji pemeriksaan baru diberikan sertifikat prima tiga.
Keltan Sinergi Tani Salimpek menerima Sertifikat Prima Tiga karena telah mengaplikasikan Kompos Organik AMA pada tanaman holtikultura bawang merah. Sehingga produk pangan tersebut dinyatakan aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Ketua Keltan Sinergi Tani sekaligus Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Salimpat, Erith Decenaldo mengaku, dirinya termotivasi menggagas Sertifikat Prima Tiga karena ingin mengubah image Lembah Gumanti Lembah Tengkorak Menjadi Lumbung Pangan Ramah Lingkungan.
" Kita mengajak petani untuk mulai menggerakkan pengunaan pupuk organik seperti Kompos dalam budidaya, guna menghindari pemakaian pupuk kimia yang berlebih," jelas Direktur CV. Kompos Organik Putra AMA itu.
Pemakaian Kompos Organik AMA dapat menekan biaya produksi hingga 60 persen dengan bibit bawang sebanyak 1 kg bisa menghasilkan 20 sampai 22 kg. Bisanya 1 kg bibit menghasilkan 15 kg, ungkap Edward Jamil dari CV Kompor Organik AMA.
"Artinya kompor organik ini dapat jadi pijakan petani dalam menekan biaya produksi, " jelas Edward.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Hafni Hafiz yangbturut hadir dalam penyerahan tersebut berharap, ada sinergi antara Dinas Pertanian Kabupaten Solok dengan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat.
Sehingga program organik ini tidak saja hanya kemauan para petani.
Meskipun demikian Hafni Hafis mengaku gembira terbitnya sertifikat Prima Tiga guna menghasilkan produksi ramah lingkungan dan minus pestisida. " Kita memberi apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan pengelola Keltan Sinergi Salimpek saudara Erith Decenaldo. Semoga kegiatan ini menjadi gerakan untuk memotivasi petani," ujarnya.
Senada, Wali nagari Salimpat, Zulfikar menyatakan kegembiraannya tentang upaya Kelompok Tani yang terus berkreasi untuk bagaimana caranya mengurangi zat kimia dalam melakukan budidaya hortikultura.
Zulfikar menyebut, Keltan Sinergi Tani sudah memproduksi komoditi menggunakan prima tiga, sehingga bebas dari pemakaian pestisida yang berlebihan. " Harapan kita
kepada Dinas Tangan dan BPP, bagaiman meningkatkan prima tiga mampu membangun Kampung Hortikultura seperti cabai, bawah merah atau komoditi Kentang," paparnya.
( Aznul Hakim )
What's Your Reaction?



