Banjir dan Longsor Terjang Tanah Datar, Lima Rumah dan Lima Jembatan Hanyut di Nagari Taluak
HORIZONE - Hujan deras yang mengguyur wilayah Tanah Datar dalam beberapa hari terakhir memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Tanjung Emas, Padang Ganting, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, dan Sungai Tarab.
Kondisi terparah terjadi di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo. Luapan Sungai Batang Tampo yang berhulu di Gunung Sago pada Selasa malam menyebabkan lima rumah warga hanyut, lima jembatan putus, serta merusak ratusan hektare lahan persawahan masyarakat.
Mendapat laporan dari pemerintah nagari dan warga, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, langsung turun ke lokasi bencana didampingi Anggota DPRD Tanah Datar Indra Gunalan, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim LH, Kepala Dinas Sosial, camat, dan sejumlah pejabat lainnya.
“Saat ini saya berada di lokasi terdampak banjir di Nagari Taluak. Berdasarkan laporan wali nagari, banjir tadi malam mengakibatkan 67 rumah rusak, lima rumah dan lima jembatan hanyut, serta merusak lebih dari seratus hektare sawah masyarakat. Kami memastikan warga yang mengungsi dalam kondisi aman, terutama kebutuhan kesehatan dan makanan harus terjamin,” kata Eka Putra, Rabu (13/5/2026).
Pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan bahan makanan mentah bagi warga terdampak banjir. Bupati meminta pemerintah nagari bersama masyarakat mengatur distribusi logistik untuk para pengungsi di lapangan.
“Kami sudah menyalurkan bahan makanan mentah. Selanjutnya, wali nagari bersama masyarakat menyiapkan kebutuhan pengungsi di lapangan,” ujarnya.
Eka Putra menegaskan penanganan pascabencana harus dilakukan secara cepat melalui kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat. Ia memastikan tim pemerintah segera melakukan pendataan rinci terhadap kerusakan rumah, infrastruktur, serta lahan pertanian yang terdampak.
Menurutnya, banjir besar yang melanda Nagari Taluak kali ini merupakan kejadian yang belum pernah terjadi selama dirinya menjabat sebagai bupati.
“Bencana banjir seperti ini baru pertama kali terjadi selama saya menjabat sebagai bupati. Sungai Batang Tampo meluap akibat curah hujan tinggi, sementara hulunya berada di Gunung Sago. Nanti akan kami cek hingga ke bagian hulu untuk melihat kondisi sebenarnya. Namun saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan warga terdampak,” katanya.
Sementara itu, Wali Nagari Taluak, Pendi Aswil, mengatakan putusnya lima jembatan akibat banjir menyebabkan sejumlah wilayah warga terisolasi.
Ia menjelaskan, warga yang rumahnya hanyut sementara ini mengungsi ke rumah kerabat masing-masing. Pemerintah nagari juga telah menyiapkan lokasi pengungsian darurat di Kantor Wali Nagari Taluak untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi memburuk.
“Kami siaga 24 jam memantau kondisi di lapangan. Jika situasi memburuk dan warga membutuhkan tempat pengungsian, seluruh fasilitas sudah kami siapkan,” ujar Pendi.
Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Datar kembali menjadi peringatan serius terhadap tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat, terutama saat curah hujan tinggi masih terjadi di berbagai daerah.
damara
What's Your Reaction?



