Bersama Prof Trimurti, Tim PKM Unand Ajarkan Poktan Sayuran Sehat Baramban Agam Membuat Biopestisida  

Tim PKM Unand Ajarkan Membuat Biopestisida

Bersama Prof Trimurti, Tim PKM Unand Ajarkan Poktan Sayuran Sehat Baramban Agam Membuat Biopestisida  

HORIZONE -  Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terus dilakukan tim Univesitas Andalas (Unad) Padang sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dikoordinir oleh Dosen, para mahasiswa serta sejumlah alumni,   Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand melakukan serangkaian kegiatan penyuluhan dan pendampingan, sebagai upaya pengembangan usaha atau kegiatan produktif yang dilakukan oleh kelompok masyarakat.

Sejumlah dosen dan mahasiswa berbagai disiplin ilmu (program studi) Universitas Andalas (Unand) dari Fakultas Pertanian dan Teknologi Pertanian,  diketuai  Prof. Dr. Melinda Noer, M.Sc, telah   memulai kegiatan PKM pendampingan kelompok dalam LPPM Program Berkelanjutan untuk membantu usaha berkembang di Nagari Pakan Sinayan Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kegiatan PKM dilakukan dengan mitra Kelompok Tani Baramban yang bergerak dibidang pertanian, dengan fokus kegiatan pengembangan usaha budidaya dan pemasaran sayuran sehat, seperti buncis, tomat, daun bawang, dan cabe. Namun dalam  pengembangan usahanya, kelompok mengalami berbagai kendala, dalam hal penanaman dan pengolahan.

Sayuran sehat dimaksud adalah produk sayuran yang memenuhi persyaratan komoditi untuk diberi label dan sertifikat sayur sehat Prima 3 (P3) oleh Dinas Pangan Propinsi Sumatera Barat setelah lolos uji laboratorium. Lahan yang digunakan untuk budidaya tanaman sayur sehat juga diregistrasi oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Agam setelah memenuhi persyaratan input (faktor produksi) dan teknologi tertentu.

Kegiatan ini diawali dengan sebuah penelitian bersama yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir.sc.agr. Trimurti Habazar pada tahun 2014. Penelitian tersebut berlanjut selama 4 tahun, dan telah menghasilkan kelompok tani Baramban dan kelompok wanita tani Baramban Saiyo yang bersatu dalam memproduksi dan mengolah hasil sayuran sehat.

Selepas melakukan pembinaan tentang pengolahan kesuburan lahan, pada Kamis, 11 November 2021, Tim PKM Unand juga   membina Pokta Baramban tentang pengelolaan hama tanaman, dengan pola pembuatan biopestisida yang memanfaatkan bahan-bahan lokal di daerah tersebut.

"Guna lebih mengoptimalkan usaha sayuran sehat dari poktan Baramban ini, kami mencoba melakukan pembinaan tentang pembuatan biopestisida organik yang memanfaatkan tumbuhan atau bahan yang bisa didapat dengan mudah," ujar Prof. Trimurti Habazar, dosen ahli Hama dan Penyakit Tanaman, Minggu (21/11/2021).

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa bahan yang diperlukan untuk pestisida nabati, adalah berupa ekstrak kacang babi dengan sirih hutan, dengan

Sasarannya adalah hama secara umum. Kedua, yaitu Kunyit dan bisa juga Kenikir (Cosmos caudatus) ataupun Mahoni. Semua bahan yang mudah didapat tersebut, memiliki sasaran hama masing-masing.

 "Pestisida nabati merupakan senyawa kimia alami yang diekstraksi dari tanaman. Umumnya merupakan senyawa yang berperanan sebagai mekanisme pertahanan tanaman. Pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada saat ini mempertimbangkan aspek ekonomi, kesehatan, lingkungan dan sosial. Pestisida nabati telah lama digunakan sebagai alternatif dari pesticida kimia sintetik untuk pengelolaan OPT," ungkap Prof. Trimurti.

Dalam proses pembuatannya, Tim PKM Unand lebih kepada metoda ekstrak air agar bisa dibuat lebih mudah oleh anggota poktan Baramban tersebut.

"Kita berharap, kedepannya poktan Baramban bisa menjadikan biopestisida ini bermanfaat dengan baik bagi tanaman sayur mereka, dan juga mampu membuat kemasan menarik agar laku dijual," ujar Prof. Trimurti.

Proses pembuatan biopestisida

Selama ini banyak program inovasi di bidang pertanian telah diimplementasi dalam kegiatan budidaya, tetapi kemudian menemukan kendala dalam hal penanganan dan pengolahan hasil dan pemasaran. Ketika terjadi sejumlah penawaran produk dari hasil inovasi, sementara permintaan pasar belum meningkat terhadap produk hasil inovasi tersebut, maka biasanya produk hasil inovasi akan mendapatkan harga yang sama di pasar.

Selanjutnya, Tim PKM Unand juga akan memberikan penyuluhan sekaligus mempraktekkan pengolahan cabe dan tomat oleh Cesar Welya Refdi, S.TP., M.Si. Mesinnya sudah dimiliki Kelompok, namun belum optimal digunakan.

Kelompok tani Baramban yang pada pertemuan tersebut didampingi oleh Penyuluh Pertanian dari BPP Kecamatan Banuhampu sangat senang menerima Tim Pengabdi dari Unand, dan mengharapkan pembinaan dan pendampingan agar dapat melakukan peningkatan produksi dan perluasan pemasaran sayuran sehat yang mereka kelola saat ini.

Diharapkan, kegiatan PKM dengan program kerja yang baru ini akan dapat memberikan manfaat yang lebih dapat dirasakan oleh kelompok mitra dalam pengembangan usahanya yang secara tidak langsung akan dapat berdampak kepada peningkatan perekonomian masyarakat di Nagari Pakan Sinayan Kecamatan Banuhampu, Agam.

Kedepan, pada tanggal 27 November 2021, PKM Unand akan menghadirkan petani milenial organic dari Bukik Gompong  Solok untuk memotivasi anak muda baramban.

(M. Afrizal)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow