Budidaya Ayam Kampung Miliki Nilai Ekonomi Cukup Bagus
HORIZONE - Pandemi Covid 19 sudah cukup lama mendera Indonesia sejak Pemerintah menginformasi berjangkitnya Corona Virus pertama pada tanggal 2 Maret 2020 lalu.
Tak hanya menciptakan krisis kesehatan masyarakat, pandemi covid 19 juga mengganggu aktivitas ekonomi nasional.
Salah satu upaya mengurangi dampak ekonomi yang disebabkan oleh pandemi ini adalah beternak unggas jenis ayam kampung, sebagaimana yang dikunjungi oleh salah satu Anggota DPRD Kota Solok,Andi Marianto.ST di kawasan surau kajai kelurahan Tanah Garam Kota Solok beberapa hari yang lalu.
Andi Marianto menjelaskan, Ayam kampung merupakan salah satu ternak unggas yang banyak dipelihara oleh masyarakat dari dahulunya. Karena selain dagingnya yang enak untuk dikosumsi, telur ayam kampung juga sangat banyak diminati karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi.
Menurutnya, keberadaan ayam kampung sebagai penghasil telur dan daging dapat juga menambah pendapatan keluarga. Selain itu, ayam kampung juga memiliki fungsi strategis dalam pemenuhan pangan dan gizi masyarakat.
Memelihara ayam kampung sebenarnya tidaklah rumit sebab tidak membutuhkan teknologi sebaimana ayam industri. Untuk pengembangan ayam kampung, kata dia, hanya dibutuhkan ketekunan dan kesungguhan dalam memelihara yaitu dengan penerapan pasca usaha peternakan yaitu pakan, pengendalian penyakit dan tata laksana serta pengolahan atau pengembangbiakan.
" Ayam kampung memiliki peluang tinggi dan sangat mudah untuk dipasarkan dengan harga yang cukup tinggi. Oleh karena itu ayam kampung harus dikelola dengan prinsip usaha ternak yang baik sehingga memberikan keuntungan yang sangat memadai bagi peternak," sebut Andi Marianto.
Sebagai Wakil Rakyat, Andi Marianto lantas meminta kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Solok untuk membuat sebuah program pemulihan ekonomi yang komprehensif dari hulu ke hilir bagi masyarakat guna peningkatan produksi dan pemasaran bidang pertanian dan peternakan.
Anggota DPRD Kota Solok itu juga mengatakan, sektor peternakan merupakan salah satu pendorong pemulihan perekonomian daerah yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat di tengah pandemi seperti ini.
“Selain untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, budidaya ayam kampung juga diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk memulihkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Terhadap itu, Kasi Peternakan Dinas Pertanian Kota Solok, Taufik Rusli menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi adanya peternak mandiri budidaya ayam kampung di Kota Solok.
Dirinya juga berharap, kegiatan peternakan Ayam Kampung dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk melakukan hal serupa dilingkungannya.
Dijelaskan Taufiq Rusli, proses pemeliharaan ayam kampung tidak seribet dan sesulit ayam potong dan tidak menggunakan bahan kimia, seperti yang dilakukan peternak ayam industri.
" Banyak orang yang lebih gemar mengkonsumsi ayam kampung karena tidak adanya penggunaan bahan kimia untuk membantu perkembangan tubuh atau dagingnya,” tutur Taufiq Rusli.
Kasi Peternakan Dinas Pertanian Kota Solok itu menambahkan, Ayam kampung juga mudah untuk dipelihara karena daya tahan tubuhnya yang lebih kuat dan dapat hidup bebas di alam liar tanpa perhatian khusus selayaknya ayam lainnya.
Pemberian pakan berupa biji-bijian serta vitamin saja sudah cukup agar ayam kampung dapat tumbuh dengan semestinya. Jadi, peternak tidak perlu mengeluarkan usaha ekstra untuk menjaga ayam kampung peliharaannya agar tetap sehat.
“ Kami dari Dinas Pertanian dan Perternakan Kota Solok akan selalu mendampingi masyarakat peternak untuk mencegah ternak peliharaan masyarakat agar tidak terjangkiti penyakit dengan salah satunya melaksanakan penyemprotan kandang, silahkan hubungi kami bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan serta penyemprotan kandang,”katanya.
(Wahyu Haryadi)
What's Your Reaction?



