Impian Warga Kota Payakumbuh Miliki Masjid Agung nan Megah Bakal Diwujudkan Kerajaan Arab Saudi

Impian Warga Kota Payakumbuh Miliki Masjid Agung nan Megah Bakal Diwujudkan Kerajaan Arab Saudi

HORIZONE - Impian warga Kota Payakumbuh memiliki tempat ibadah yang megah dan representatif bakal terwujud, menyusul diresponnya proposal pembangunan Masjid Agung yang kirimkan Pemerintah Kota Payakumbuh ke kedutaan Arab Saudi.

Bahkan sebagai tindak lanjut dari proposal tersebut, Kepala Atase Agama Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi Syeikh Ahmad Bin Essa Al Hazmi langsung datang ke Kota Payakumbuh meninjau lokasi pembangunan masjid megah yang didambakan warga Kota Randang tersebut, Rabu  (8/12/2021) 


Kehadiran  Syeikh Ahmad Bin Essa Al Hazmi di Payakumbuh sambut dengan suka-cita dalam suasana hangat oleh Wali Kota Riza Falepi dan Kapolres AKBP Alex Prawira. 

Syeikh Ahmad kemudian dibawa melihat lokasi pembangunan mesjid yang rencananya bakal dibangun di lahan seluas tanah 5 hektar di
Kawasan Sawah Kareh Kelurahan Pakan Sinayan, Koto Nan Ompek, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Dalam perencanaannya, biaya pembangunan masjid megah tersebut bakal ditanggung seluruhnya oleh Kerajaan Arab Saudi dengan anggaran sebesar Rp 290 milyar.


Menyambut itu, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi menyampaikan, sudah sejak lama cita-citanya membangun masjid besar di Kota Payakumbuh. Alasannya, meski jumlah mesjid banyak, tetapi ukurannya kecil-kecil, bahkan untuk shalat Jumat harus berdesakan hingga keluar pintu mesjid. 

"Apalagi kalau ada pengajian bersama ustaz kondang harus di lapangan. Apalagi kalau ada kegiatan keagamaan yang banyak jemaahnya, susah memfasilitasinya" kata Riza di Payakumbuh. 

Alasan itulah kenapa ia kemudian bercita-cita membangun masjid besar untuk pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. 

" Kita tentu ingin tempat yang nyaman buat beribadah," tambahnya. 

Riza menyampaikan, sepertiga dari anggaran daerah dipangkas karena Covid-19, imbasnya anggaran yang direncanankan untuk membangun mesjid agung juga ikut terpangkas. 

Namun berkat restu gubernur Sumbar Mahyeldi, pihaknya  kemudian mencoba mengajukan proposal ke kedutaan Arab Saudi. Karena itu, tidak berlebihan kalau akhirnya Riza Falepi mengaku menangis gembira mengetahui proposal pembangunan masjid tersebut direspon oleh Pemerintah Arab Saudi. 

"Kalau kita bangun pakai APBD, diperkirakan selesai dalam 10 tahun. Itupun dengan catatan apabila dianggarkan setiap tahun. Kondisi ini pun bisa terlaksana, kalau kepala daerah kedepannya komit juga dengan melanjutkan. Kalau kepala daerahnya sudah berganti dan tidak menginginkan kelanjutan bangun mesjid, maka pembangunannya tidak bisa jalan," kata Riza.

Walikota Payakumbu  menaruh harapan besar, mudah-mudahan Syeikh Ahmad bisa menyampaikan kepada Raja Salman agar berkenan membangunkan masjid Agung di Kota Payakumbuh dan akan diberi nama Mesjid King Salman. 

Riza juga mempresentasikan kepada Syekh Ahmad teknis mesjid agung dimaksud secara detail usai jamuan di rumah dinas wali kota.

"Perencanaan lengkap, dokumen lengkap. Apapun respon Syeikh Ahmad, dengan datang ke sini saja kami mengucapkan terima kasih. Insyaallah pembangunan masjid ini pula kami tak ingin membebani pihak Arab Saudi dengan persoalan-persoalan lain," sebut Riza.

Disampaikan, pembangunan masjid ini juga merupakan harapan Kota Payakumbuh dan orang-orang yang berkunjung ke kota ini agar mereka bisa beristirahat dan salat di mesjid agung, sekaligus menikmati keindahan kota Randang ini


"Inilah rangkaian alasan mengapa kami ingin membangun masjid yang besar. Kami sampaikan terima kasih kepada Syeikh Ahmad dan Buya Zein yang telah memberi kami kesempatan, serta gubernur Mahyeldi yang sudah mengarahkan pembangunan masjid ini ke Payakumbuh. Mungkin ini takdir Allah, kami siap di panggil ratusan kali ke kedutaan Arab Saudi di Jakarta untuk menyelesaikan ini, karena menjadi tanggung jawab saya walaupun hampir selesai jabatan sebagai wali kota. Harapan kita silaturahmi tidak terputus, kita perjuangkan sampai selesai sebaik-baiknya," tukuk Riza.


Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh Muslim menyampaikan,  dengan kunjungan Kedubes Arab Saudi ini, diharapkan memiliki kesan baik kepada Kota Payakumbuh dan sepulang dari sini dapat memastikan untuk mewakafkan dana pembangunan  masjid agung.

"Selama 3 tahun ini kita sudah membebaskan lahan 5 seluas hektar. Kita terkendala dengan  anggaran pembangunan masjidnya, karena 2 tahun ini anggaran susah akibat Covid-19," kata Muslim.

Sulitnya anggaran untuk   pembiayaan membangun masjid, tidak membuat Pemerintah Kota Payakumbuh berputus asa menyediakan fasilitas umum yang akan sangat bermanfaat bagi perlintasan Sumbar arah ke Riau dan sebaliknya.


Ditambahkan, melalui RPJMD Kota Payakumbuh, Pemerintah menyediakan fasilitas umum untuk masyarakat, diantaranya rumah ibadah berskala kota. Kalau pemakaman sudah ada meski tak besar, kemudian juga sudah ada pasar dan sekolah.


"Beberapa tahun direncanakan pembangunannya belum terwujud, namun kita sudah bisa bebaskan lahan selama 3 tahun dengan luas 5 hektar. Kita bandingkan dengan Mesjid Raya Sumbar yang luasnya cuma 2 hektar, Mesjid Agung Kota Payakumbuh kelak jauh melebihi kapasitas itu. Kita bisa menampung 12.000 jemaah.  Mudah-mudahan niat kita disupport oleh Pemerintah Arab Saudi," harap Muslim.

Terkait pengelolaan anggaran, Muslim menjelaskan akan dibicarakan dengan pihak Arab Saudi kedepannya, apakah hibahnya dalam bentuk bangunan atau anggarannya dikelola pemko Payakumbuh. 


"Kita bersyukur bisa dikunjungi ke lapangan, karena banyak daerah meminta dana wakaf dari Arab Saudi ini. Kalau proposal kita ini disetujui Raja Salman, maka tahun 2022 bisa dimulai pembangunannya, tanah sudah siap, perencanaan dan studi kelayakan serta amdal sudah siap. Kita mengajukan kebutuhan sebesar 290 miliar hingga sudah jadi semuanya, termasuk bangunan utama dan bangunan pendukung seperti islamic center dan bangunan adat budaya," sebutnya.

Terkait itu, tokoh masyarakat Koto Nan Ompek, S. Dt. Rajo Imbang menyampaikan atas nama niniak mamak Nagari Koto Nan Ompek salut dengan Wali Kota Riza Falepi. 

Pada awal menjadi wali kota, sudah ada keinginan membangun masjid di Kota Payakumbuh. Semula sudah dilakukan penjajakan lokasi di 5 kecamatan, hingga akhirnya diputuskan di Pakan Sinayan Koto Nan Ompek, Kecamatan Payakumbuh Barat.


Dijelaskan Dt. Rajo Imbamg,  kemudian niniak mamak mengumpulkan anak kemenakan mereka, diberi pengertian sampai anak-kemenakannya sepakat di lahan yang rata-rata tanah pusako kaum itu dibangun Masjid Agung, hingga dari tahun ke tahun mulai dibebaskan. 


"Alhamdulillah hingga akhir tahun ini telah selesai. Kami berharap kepada Duta Arab Saudi, kalau dana kota saja yang diharapkan takutnya tak bakal selesai cepat, akan butuh bertahun-tahun. Terimakasih kedatangan dubes ke Kota Payakumbuh, semoga dapat harapan kami ini direalisasikan, mesjid berdiri secapat mungkin," paparnya.

Menanggapi itu, Syeikh Ahmad Bin Essa Al Hazmi menyatakan, entah apa yang bisa diungkapkannya saat berada di tengah saudara-saudara di Kota Payakumbuh. Warganya sangat baik dan lingkungan yang begitu nyaman. Dikelilingi oleh tanaman, gunung yang melingkar, sungai, dan penduduk yang baik hati.


"Saya merasa sangat berbahagia dan penuh kebahagiaan bersama keluarga saya ini. Kebahagiaan sangat besar, berada di tengah keluarga dan orang yang dicintai. Penghubung paling kuat antara kita bersama adalah kalimat syahadat. Rakyat Indonesia adalah rakyat baik, mencintai kerajaan Arab Saudi. Kami menjadi tamu, diberikan jamuan yang mulia, hubungan yang kuat ini menyatukan kita saat ini, karunia Allah kepada saya dan kita semua," sambut Syeikh Ahmad .


Syeikh Ahmad mengatakan, anggaplah dirinya satu diantara warga di daerah ini. Dirinya akan berupaya semaksimal mungkin, mengupayakan mengangkat proposal dari Kota Payakumbuh ini dan memberikan ke kedutaan besar Arab Saudi, hingga ke pihak yang berwenang agar keingunan umat ini bisa tercapai.

"Saya akan berupaya memaksimalkan usaha agar niat membangun mesjid ini tercapai," kata Syeikh Ahmad.


Dia menambahkan, Wali Kota Riza Falepi yang sudah memasuki penghujung jabatan, didoakannya agar dapat pindah kepada jabatan lain yang lebih baik lagi.


"Begitu orang perkasa punya tanggung jawab besar, semoga pindah ketempat yang lebih baik lagi. Di antara pekerjaannya ini menunjukkan ketulusan seorang wali kota, walau sudah berakhir jabatan, berupaya mewujudkan cita-cita ini, semoga terwujud dan bisa ikut salat di mesjid ini nantinya," kata Syeikh Ahmad.


Syeikh Ahmad juga menemui kebaikan dari semua yang ada di hari ini. Sebuah kemuliaan dan jamuan berharga, sehingga dirinya merasa menjadi bagian dari rakyat Payakumbuh. Dia juga berwasiat agar dapat terus meningkatkan takwa kepada Allah, istiqamah, dan menjaga keamanan dan kenyamanan negeri ini.


"Semoga Allah SWT memberi keamanan dan ketentraman bagi negeri ini. Terimakasih dari hati yang dalam, kami juga membawa 10 karton alquran cetakan madinah dan 10 karton kurma dari kebun Pangeran Amir Sulton. Sebelum ramadhan, ada gelombang kedua alquran dan kurma yang jumlahmya lebih banyak sesuai arahan dubes Arab Saudi," ujarnya.


Syeikh Ahmad sekaligus menyampaikan undangan kepada Wali Kota Riza Falepi, agar hadir ke kantor Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, pintu kantor terbuka untuk semuanya.


(Mardikola Tri Rahmad)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow