Mahyeldi: Jabatan Panghulu Bukan Sekadar Simbol, Tapi Amanah Jaga Marwah Nagari
HORIZONE - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa jabatan Panghulu dalam adat Minangkabau bukanlah sekadar gelar kebesaran atau simbol status sosial. Menurutnya, gelar tersebut merupakan amanah besar untuk menjaga marwah nagari dan membina generasi muda di tengah gempuran perubahan zaman.
Pesan mendalam ini disampaikan Mahyeldi saat menghadiri prosesi Batagak Pangulu Zulhamdi Nova Candra IB, A.Md, yang resmi menyandang gelar Datuak Nagari Labiah di Nagari Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, hari Minggu kemaren.
Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Buya Mahyeldi ini menekankan bahwa seorang panghulu harus menjadi figur teladan (role model) yang dipercaya oleh kaum dan masyarakat luas. Gelar "Datuak" melekat dengan tanggung jawab sosial yang sangat berat, terutama terhadap anak kemenakan.
"Pangulu ditunjuak urang nan dipicayo, gala tibo di urang nan bana. Artinya, penghulu adalah orang yang dipercaya dan gelar itu diberikan kepada orang yang memang layak," tegas Mahyeldi di hadapan para tokoh adat.
Mahyeldi menyoroti tantangan pemimpin adat saat ini yang kian kompleks. Ia mengingatkan bahwa panghulu dituntut hadir secara nyata untuk membentengi generasi muda dari perilaku menyimpang, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga dampak negatif teknologi.
"Saat ini moral generasi muda mengalami degradasi yang tinggi. Kalau generasi mudanya hancur, maka hancurlah suatu nagari," katanya memperingatkan.
Oleh karena itu, ia mendorong para niniak mamak dan panghulu untuk aktif menyosialisasikan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) serta adat salingka nagari sebagai fondasi karakter pemuda Minang.
Gubernur menilai persoalan degradasi moral tidak bisa diselesaikan oleh panghulu sendirian. Dibutuhkan kekompakan antara pemerintah daerah, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, hingga bundo kanduang.
"Jangan jadikan perbedaan peran sebagai sumber kelemahan yang memecah belah kita. Jadikan itu sebagai kekuatan bersama untuk membangun nagari," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi juga memberikan ucapan selamat kepada Zulhamdi Nova Candra IB atas amanah barunya sebagai Panghulu Suku Jambak. Ia berharap pengangkatan Datuak Nagari Labiah ini memperkuat filosofi ABS-SBK di Bukittinggi, khususnya di wilayah Kurai Limo Jorong.
Merespons arahan Gubernur, Zulhamdi Nova Candra Datuak Nagari Labiah menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah tersebut. Ia berkomitmen bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di nagari untuk fokus pada pembinaan anak kemenakan.
"Insya Allah apa yang disampaikan Pak Gubernur menjadi cita-cita kami di nagari. Apa yang dilakukan nantinya adalah untuk anak kemenakan dan untuk nagari kita bersama," pungkas Zulhamdi.
red-ril
What's Your Reaction?



