Pacu Kuda Digelar 28 dan 29 Maret Esok, Bupati Padangpariaman Matangkan Persiapan
HORIZONE - Direncanakan akan digelar 28–29 Maret 2026 di gelanggang pacuan kuda Duku Banyak, Balah Aie Timur, Kecamatan VII Koto, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali mematangkan persiapan perhelatan budaya dan olahraga tradisional tahunan tersebut.
Salah satu upaya tersebut, Bupati John Kenedy Azis saat memimpin gotong royong persiapan lokasi pacuan kuda di Balah Aie Utara, dikutip dari situs resmi Pemkab Padangpariaman, Senin (16/2/2026).
Ia menegaskan bahwa berbagai tahapan persiapan telah mulai dilakukan secara bertahap agar pelaksanaan event berjalan lancar dan meriah.
Menurutnya, Pacu Kudo bukan sekadar ajang olahraga tradisional, tetapi juga momentum pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Tradisi pacuan kuda tersebut dinilai memiliki nilai historis dan sosial yang kuat bagi masyarakat Padang Pariaman.
Baca juga : Pacu Kuda Berjalan Sukses, Eka Putra Katakan Akan Laksanakan Lagi di Oktober 2026
“Pacu Kudo bukan hanya olahraga tradisional, tetapi juga identitas budaya kita. Melalui event ini, kita ingin menghadirkan kebersamaan, menjaga tradisi, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebelum puncak pacuan kuda, rangkaian kegiatan akan diawali Alek Nagari selama empat hari, 24–27 Maret 2026. Berbagai kesenian tradisional Minangkabau akan ditampilkan, seperti indang, silek, hulu ambek, gandang tasa, serta pertunjukan budaya lainnya sebagai bentuk pelestarian adat dan tradisi lokal.
Bupati juga mengajak masyarakat luas, baik di ranah maupun di perantauan, untuk hadir dan meramaikan seluruh rangkaian kegiatan. Ia berharap momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kebanggaan bersama.
“Kami mengundang seluruh masyarakat, urang awak di kampung maupun di rantau, mari pulang dan ramaikan Pacu Kudo 2026. Jadikan ini hiburan rakyat sekaligus kebanggaan budaya Padang Pariaman,” tambahnya.
Baca juga : Catat Sejarah, 1.000 Anak di Khitan Masal di Padang Pariaman
Sejumlah persiapan teknis telah dilakukan, mulai dari pembentukan panitia, koordinasi dengan sponsor, hingga gotong royong pembersihan gelanggang yang diikuti perangkat daerah dan ASN. Sosialisasi kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan juga terus digencarkan guna memastikan pelaksanaan event berjalan tertib dan sukses.
Pemerintah daerah optimistis Pacu Kudo 2026 kembali menjadi daya tarik wisata budaya, memperkuat identitas tradisi daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Padang Pariaman.
(dmr/ril)
What's Your Reaction?



