Pemkab Solok Terima Bantuan Korban Bencana Dari Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI)  

Pemkab Solok Terima Bantuan Korban Bencana Dari Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI)  

HORIZONE - DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) melalui DPC PERADI Padang menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok.

Bantuan diserahkan Ketua DPC PERADI Padang Dr. Miko Kamal beserta pengurus kepada Wakil Bupati Solok Candra, S.Hi Minggu (18/01/2026) di Kantor Camat Junjung Sirih.

Wakil Bupati Candra, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PERADI, khususnya PERADI Sumatera Barat, atas kepedulian dan kontribusinya dalam membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Bantuan ini bukan hanya bernilai materi, tetapi merupakan wujud nyata solidaritas, kebersamaan, dan kehadiran organisasi profesi di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Wabup Candra.

Menurut Wabup Candra, bencana hidro meteorologi yang melanda Kabupaten Solok cukup serius. Berkat langkah antisipatif yang cepat dan terkoordinasi, dampak terburuk berhasil diminimalisir. 

“Pemerintah Kabupaten Solok telah menggelar rapat pada tanggal 24 November 2025 dan memerintahkan camat dan wali nagari untuk mengimbau masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) agar segera mengungsi. Langkah ini yang membuat nihil korban jiwa dan nihil orang hilang,” jelasnya.

Menurut Wabup, keberhasilan tersebut justru menimbulkan persepsi bahwa Kabupaten Solok berada dalam kondisi aman, sehingga perhatian dari pemerintah di tingkat atas lebih banyak tertuju ke daerah dengan jumlah korban jiwa yang tinggi. Padahal, upaya mitigasi dan ke siap siagaan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Solok patut mendapat apresiasi.

“Dari Pemerintah Provinsi dan Pusat sendiri disampaikan bahwa seharusnya Kabupaten Solok mendapatkan apresiasi atas langkah cepat dan tepat dalam penanganan bencana yang terjadi,” tambahnya.

Wabup Candra juga memaparkan bahwa berdasarkan rekapitulasi dalam dokumen R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana), total kerugian yang dialami Kabupaten Solok mencapai lebih dari Rp.1,9 triliun, mendekati Rp.2 triliun. Meski demikian, Kabupaten Solok dinilai sebagai daerah dengan penyusunan dokumen R3P terbaik.

“Dokumen R3P Kabupaten Solok bahkan menjadi rujukan bagi BNPB. Kabupaten/kota serta provinsi lain yang terdampak bencana diminta untuk belajar ke Kabupaten Solok terkait penyusunan R3P ini,” ungkapnya.

( Aznul Hakim ) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow