Perkuat Adat dan Syarak, Perantau Malaysia dan Warga Agam Gelar Khatam Al-Qur'an di Surau Ka'bah

HORIZONE - Bupati Agam, Benni Warlis, menghadiri prosesi Khatam Al-Qur’an massal yang digelar di Surau Ka’bah, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sabtu (30/5/2026).

Perkuat Adat dan Syarak, Perantau Malaysia dan Warga Agam Gelar Khatam Al-Qur'an di Surau Ka'bah

Kegiatan religius yang berlangsung khidmat ini diinisiasi oleh kolaborasi luar biasa antara perantau yang tergabung dalam Majelis Bundo Kanduang Panampuang Malaysia bersama kelompok mengaji One Day One Juz Surau Ka’bah.

Tercatat sebanyak 87 peserta ambil bagian dalam acara ini, dengan rincian 22 peserta dari Bundo Kanduang Panampuang Malaysia dan 65 peserta dari kelompok One Day One Juz setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi dan semangat masyarakat serta perantau dalam membumikan Al-Qur'an di Ranah Minang.

Ia menegaskan bahwa esensi dari khatam Al-Qur’an bukan sekadar perayaan seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum besar untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

> “Khatam Al-Qur’an merupakan bukti kesungguhan kita dalam mempelajari kalam Allah. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi generasi muda dan seluruh masyarakat untuk terus mendalami Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman hidup utama,” ujar Benni Warlis, Sabtu (30/5/2026).

Secara khusus, Bupati Benni Warlis yang juga menyandang gelar adat Dt Tan Batuah ini, memuji kontribusi aktif dari Majelis Bundo Kanduang Panampuang Malaysia. Meski terpisah jarak dan berada di luar negeri, para perantau terbukti tetap menjaga ikatan emosional dan spiritual yang kuat dengan kampung halaman.

Menurutnya, sinergi antara perantau (*perantau Minang*) dan warga lokal merupakan pilar penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan agama dan pelestarian kebudayaan.

"Kolaborasi antara perantau dan masyarakat di kampung halaman sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. Ini adalah wujud nyata dari penguatan pendidikan agama sekaligus pelestarian nilai-nilai adat *Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah* (ABS-SBK) di Kabupaten Agam," pungkasnya.

red-ril

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow