Senin Depan, Nagari Rangkiang Luluih Tigo Lurah Bakal Gelar Baralek Gadang
HORIZONE – Nagari Rangkiang Luluih, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Baralek Gadang berkomitmen melaksanakan Baralek Gadang yang puncak acaranya hari Senin, 6 Maret 2023 lusa.
Alek Nagari ini sempat tidak terlaksana lebih kurang 15 Tahun tersebut, sehingga sejumlah tokoh masyarakat yang terdiri dari Niniak mamak ampek jinih dan mamak nan 24, serta Pemerintahan Nagari,BPN dan Pemuda Nagari melaksanakan rapat koordinasi guna mematangkan persiapan keigatan, Kamis I(2/3/2023) malam di Balai Adat Nagari Rangkiang Luluih.
Ketua KAN Rangkiang Luluih, Sulaiman mengutarakan, Baralek Gadang atau bakaua tersebut biasanya dilakukan setiap tiga tahun sekali. Namun kegiatan ini sempat terhenti pelaksanaannya selama 15 tahun.
“ Alhamdulillah tahun ini kita dapat melaksanakannya Kembali berkat dukungan masyarakat dan berbagai pihak yang antusias secara gontong royong dan bahu membahu untuk mensukseskan pelaksanaan acara ini nantinya,” jelas Sulaiman.
Dijelaskan Ketua KAN, Alek Gadang Rangkiyang Luluih ada semacam keunikan tersendiri bagi masyarakat dalam proses pelaksanaan acara, dimana sebuah Nagari yang terdiri dari 3 jorong tidak semuanya sama dalam menjalankan iyuran untuk pelaksanaan acara,
“ Salah satunya pembelian kerbau yang ditetapkan untuk 1 kepala keluarga sebanyak Rp.75.000 yang di tanggung oleh jorong Tapak Kudo dan Jorong bancah laweh sedangkan untuk pemasak atau bumbu di serahkan ke jorong Kapujan dengan kesepakatan iuran sebanyak Rp.25.000/KK,” kata Ketua KAN.

Lebih lanjut Ketua KAN menyebutkan, salah satu keunikan dalam pelaksanaan nantinya yaitu pada saat Baralek Gadang akan didirikan satu buah marawa yang hanya dikeluarkan pada saat upacara adat seperti bakaua Nagari.
Marawa sakral yang dimiliki oleh Nagari Rangkiang Luluih dan Jorong Muaro Sabih Aie Kenagarian Batu Bajanjang tersebut, nantinya sehari menjelang acara ketika prosesi mancancang kepala kerbau atau yang lebih dikenal dengan membuat aturan untuk anak nagari, Marawa sakral tersebut dijemput oleh Ketua KAN Rangkiang luluih ke ninik mamak muaro sabieh aie.
Selanjutnya marawa tersebut dibawa ke Nagari Rangkiang Luluih untuk dipasang sebagai tanda Alek Nagari dimulai dan akan dikembalikan lagi ke ninik mamak muaro sabieh aie pada saat alek nagari telah selesai.
“ Proses alek nagari tersebut nantinya akan di isi dengan kegiatan batagak gala,makan bajamba dan selanjutnya penyampaian aturan - aturan nagari yang akan disampaikan oleh tokoh adat Nagari Rangkiang Luluih,” ungkapnya.

Wali Nagari Rangkiang Luluih,Abu Tasar.S.Sos menyampaikan, melalui kegiatan Baralek Gadang di Kenagarian Rangkiang Luluih nantinya dapat menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung ke Nagari Rangkiang Luluih.
Banyak potensi yang dapat dinikmati oleh pengunjung salah satunya air terjun timbulun barangin yang lebih dikenal dengan seribu kupu - kupu, puncak batu biaro yang menawarkan keindahan lapisan bukit barisan dan pada pagi harinya dapat menikmati indahnya negeri di atas awan.
“Selain keindahan alam nagari rangkiang luluih juga memiliki ekonomi kreatif berupa batik khas kapujan yang dikelola oleh masyarakat Jorong Kapujan,”ungkap Wali Nagari.
Wali Nagari juga memperkenalkan salah satu produksi UMKM Anak Nagari dalam pembuatan Batik Ecoprint yang merupakan salah satu jenis batik dalam proses pembuatannya dari kulit kayu terbaik yang tumbuh di hamparan Bumi Tigo Lurah.
Pembuatan batik ini menggunakan pewarna alami seperti zat warna daun, akar, batang yang diletakkan pada sehelai kain dan kemudian kain tersebut baru direbus,”ungkap Wali Nagari.
(Wahyu Haryadi)
What's Your Reaction?



