Unik, Seribuan Kaum Perempuan Menumbuk Padi Bersama Nofi Candra Dalam Rangkaian Pengukuhan Penghulu di Nagari Pulasan

Unik, Seribuan Kaum Perempuan Menumbuk Padi Bersama Nofi Candra Dalam Rangkaian Pengukuhan Penghulu di Nagari Pulasan

 Unik, Seribuan Kaum Perempuan Menumbuk Padi Bersama Nofi Candra Dalam Rangkaian Pengukuhan Penghulu di Nagari Pulasan

HORIZON - Rangkaian prosesi pengukuhan Syaiful Candra Dt. Bandaro Kayo sebagai Penghulu Suku Caniago, nagari Pulasan, kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, berlangsung semarak dan unik.

Mengiringi alek gadang itu, masyarakat setempat sejak sepekan menjelang pelaksanaan pengukuhan Penghulu, pada Minggu (10/9/2023) lusa, dengan kebersamaan yang kuat memulainya dengan melakukan tradisi menumbuk padi disisi rumah gadang Kaum Dt. Bandaro Kayo, Rabu (6/3/2023).

Melihat tradisi menumbuk padi ini, ada kekayaan budaya sebagai kearifan lokal yang masih lestari di nagari Pulasan. Kearifan lokal itu semakin menonjol ketika sekitar seribuan kaum perempuan masing-masing membawa alu (alat penumbuk padi) dari rumah menuju rumah gadang Kaum Dt. Bandaro Kayo.

Tradisi ini terbentuk sejak lama dalam kegiatan masyarakat nagari Pulasan untuk menumbuk padi menjadi beras dengan menggunakan alat puluhan lesung.

Menurut Raina (35), tradisi menumbuk padi ini tetap dipelihara secara turun temurun. Di nagari Pulasan, para perempuan menumbuk padi menggunakan alu dan lesung secara bersamaan. Mereka secara teratur mengikuti irama bunyi-bunyian menghentakkan alu kedalam lesung sampai padi menjadi beras.

“ Sekarang budaya menumbuk padi tetap dipelihara pada hari-hari tertentu, terutama ketika melekatkan gelar adat atau pengukuhan penghulu, seperti hari ini,” sebut peremuan yang mengaku kemenakan Dt. Bandaro kayo, suku Caniago itu.

Terkait prosesi pengukuhan penghulu tersebut, Monti Rajo Suku Melayu, nagari Pulasan, Mawardi Dt. Pangulu Sati menyebutkan, setelah kaum ibu-ibu melakukan menumbuk padi secara bersama-sama, padi yang telah menjadi beras itu nanti dimasak saat membantai kabau (kerbau).

“ Acara puncak pengukuhan Dt. Bandaro Kayo sebagai penghulu suku Caniago, nanti pada hari Minggu lusa. Karena ini acara nagari, maka seluruh Ninik-mamak nagari Pulasan, hadir dalam pengukuhan nanti,” ujarnya.

Mendukung Nofi Candra

Satu sisi menarik cukup mengkristal dari rangkaian kegiatan pengukuhan penghulu suku Caniago, nagari Pulasan, karena sipangka (tuan rumah) sengaja mengundang H. Nofi Candra, SE, pengusaha sekaligus politisi partai Gerindra yang diakui warga setempat seperti telah menjadi bagian dari masyarakat nagari Pulasan.

“ Kami mengundang Nofi Candra hadir dalam rangkaian prosesi pengukuhan penghulu ini karena memiliki hubungan emosional yang tinggi dengan warga Pulasan,”  kata Syaiful Candra Dt. Bandaro Kayo.

Tersebab Nofi Candra memiliki hubungan kekerabatan tinggi dengan masyarakat setempat, Ketua KAN sekaligus Pucuak Buek Nagari Pulasan, Amril Dt Mangkudum Sati  memastikan tidak ada alasan bagi warga setempat untuk tidak ikut “mengantarkan” Caleg Partai Gerindra itu hingga ke Senayan.

“ Kita memiliki harapan tinggi terhadap Nofi Candra sebagai wakil kita di Senayan. Karena itu, saya minta nanti masyarakat nagari Pulasan memilih Nofi Candra sebagai anggota DPR-RI,” tegasnya dihadapan tokoh masyarakat lainnya.

Senada, Rajo Nagari Pulasan, Awaldi Dt. Rajo Nan Gadang, menyatakan dukungan penuh kepada Nofi Candra. Ia bisa memastikan, masyarakat Pulasan dengan dorongan ninik-mamak akan menjadikan Nofi Candra sebagai satu-satunya representasi nagari Pulasan di Senayan.

Pernyataan Ninik-mamak tersebut, tentulah bukan sekedar basa-basi ketika melihat keakraban Nofi Candra dengan hampir semua elemen masyarakat Pulasan. Terutama ketika menyambangi kelompok emak-emak yang tengah menumbuk padi secara bersama-sama, Calon anggota DPR-RI dari partai Gerindra itu dengan suka-cita ikut menikmati kegiatan menumbuk padi dengan riang.

Sekitar seribuan kaum perempuan (emak-emak), sambil menumbuk dengan iringan bunyi-bunyian lagu minang klasik, adakalanya menarik dan meraih lengan Nofi untuk ikut menumbuk padi bersama kelompok mereka.

Menyambut itu, Nofi Candra yang lebih dikenal dengan sebutan NC itu, menyampaikan rasa campur aduk, haru, bangga, sekaligus bahagia. Ia lantas memberi apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan pengukuhan penghulu yang diwarnai dengan budaya menumbuk padi, yang sejatinya merupakan tradisi yang telah sulit ditemui di nagari lain.

Nofi Candra sekaligus mengucapkan selamat atas  terlaksananya rangkaian prosesi pengukuhan Syaiful Candra Dt. Bandaro Kayo sebagai Penghulu Suku Caniago hingga lancer dan sukses sampai akhir.

Caleg DPR-RI nomor urut 7 Dapil 1 Sumbar dari Gerindra itu menaruh harapan, agar bagaimana penghulu suku Caniago dapat menjalankan amanah yang diberikan untuk menata peradaban masyarakat Pulasan, menjadi suluh bagi anak-kemenakan di nagari Pulasan.

 “ Semoga mak datuak Bandaro kayo sukses membina dan memdidik anak keponakan dan masyarakat, dengan posisi beliau yang ditinggikan saranting, didahulukan selangkah. Amanah ini tentu sangat penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau,khususnya di nagari Pulasan, kecamatan Tanjung Gadang ini” ujarnya.

Nofi Candra bersyukur dapat hadir dalam rangkaian kegiatan pengukuhan penghulu, yang Insya Allah  diridoi oleh Allah SWT.

Nofi Candra menyebut, nagari Pulasan tidak asing lagi baginya. Bahkan kehadirannya dalam kegiatan sacral ink, lebih seperti pulang ke kampung atau ke rumah sendiri.

“ Dulu semasa sekolah, saya sering bermain di Pulasan. Bermalam disini, bahkan sudah memiliki orang tua angkat disini. Karena itu, hari ini saya merasa sangat bahagia dapat bersama masyarakat Pulasan mengikuti rangkaian pengukuhan penghulu suku Caniago,” sebutnya.

(Zul Muncak)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow