Bukan Gamawan Fauzi Tapi Hafizur Rahman Mandeh Tampek Baiyo
Talang Babungo Di Pincuran Puti
Di Sinan Denai Mande Lahiakan
Ketek-Ketek Hiduik Marasai
Dek Hiduik Kami Banyak Jo Tangih
Kini Kamilah Gadang-Gadang
Lah Tabangkik Batang Tarandam
Sananglah Mandeh Jan Managih Juo
Tuhan Nan Kuasolah Mandanga Doa-Doa Kito
HORIZONE - Mendengar bait lagu diatas seorang teman langsung berkomentar, rekaman Pak Gamawan Fauzi kembali. Bukan timpal seorang teman yang lainnya. Itu Hafizur Rahman Wali Nagari Talang Babungo bukan Pak Gamawan Fauzi.

Jika di dengar sepintas lalu memang ada kemiripan suara antara dua tokoh beda zaman tersebut. Soul atau penjiwaan dalam melantunkan bait demi bait sangat seirama. Setiap masa ada orangnya. Setiap orang ada masanya .
Lirik lagu diatas merupakan buah karya artis dan musisi Minang Wan Parau yang tidak asing lagi bagi masyarakat Sumatera Barat baik kampung maupun nan di tanah rantau.
Lagu Mandeh Tampek Baiyo mengisahkan perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anaknya. Sehingga pada akhirnya dapat Mambangkik Batang Tarandam, jelas Wali Nagari Hafizur Rahman.
Lagu tersebut mengisahkan perjalanan hidup yang dilalui ketika masih kecil dengan keterbatasan terus bersekolah untuk mengujudkan harapan mandeh. Walau banyak rintangan jenjang demi jenjang terus ditapaki menuju puncak harapan dan kini saatnya menghapus air mata madeh dengan membahagiakannya, papar wali nagari visioner ini.
Dijelaskan oleh ayah dua putri, lagu Mandeh Tampek Baiyo masih dalam proses editing dan pengambilan gambar untuk videonya.
"Lokasi syuting pengambilan gambar memakai latar belakang Nagari Talang Babungo dan kawasan wisata Pincuran Puti," urai penerima penghargaan Duta Bumdesa Nasional Kemendes PDTT ini.

Suami Fera Haryati ini menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada musisi Minang rendah hati Wan Parau yang tidak pernah lelah berbagi ilmu. Serta semua pihak yang telah ikut mensupport hingga terciptanya karya seni Mandeh Tampek Baiyo.
( Aznul Hakim )
What's Your Reaction?



