Bupati Yulianto Hadiri Kick-Off Biochar Digital di Pasaman Barat, Dorong Pasar Karbon Nasional

HORIZONE – Bupati Yulianto menghadiri kegiatan kick-off, peluncuran produk, dan sosialisasi Biochar Digital berbahan limbah pertanian, Selasa (24/2/2026).  Kegiatan tersebut dipusatkan di lokasi penyulingan nilam milik Sutar, Jorong Bandarejo, Nagari Lingkuang Aua Bandarejo, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.

Bupati Yulianto Hadiri Kick-Off Biochar Digital di Pasaman Barat, Dorong Pasar Karbon Nasional

Peluncuran Biochar Digital ini menjadi langkah strategis dalam pemanfaatan limbah pertanian sebagai solusi inovatif pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas tanah di sektor pertanian.

Produk biochar yang diluncurkan memanfaatkan berbagai limbah pertanian seperti jagung, nilam, eceng gondok, jerami padi, kakao atau cokelat, kopi, hingga bambu. 

Biochar tersebut berfungsi sebagai pembenah tanah (soil amendment) sekaligus penangkap dan penyimpan emisi karbon dioksida (CO₂) dalam jangka panjang.

Baca juga : Roda Dua Sudah Bisa Lewati Jalan Malalak, Bupati Agam Tinjau Langsung

Program ini merupakan kolaborasi antara Reclimate Sdn. Bhd. dan Koperasi Produsen Hidup Basamo Sepakat. Kerja sama tersebut difokuskan pada implementasi kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sesuai Peraturan Presiden, guna mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Yulianto mengapresiasi inovasi Biochar Digital sebagai terobosan konkret dalam menjawab tantangan perubahan iklim.

“Ini adalah langkah luar biasa. Kita tidak hanya berbicara soal pertanian, tetapi juga tanggung jawab moral dalam memperbaiki iklim global. Pemerintah daerah mendukung penuh sinergi ini karena berdampak langsung pada pengurangan efek rumah kaca,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat Pasaman Barat untuk aktif memanfaatkan teknologi tersebut.

“Pasaman Barat siap berkontribusi bagi dunia, dimulai dari pemanfaatan limbah di ladang kita sendiri,” katanya.

Dengan peluncuran ini, Pasaman Barat menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah di Sumatera Barat yang serius menggarap potensi pasar karbon nasional sebagai sumber pendapatan baru sekaligus upaya pelestarian lingkungan.

Manajer Operasional Koperasi Produsen Hidup Basamo Sepakat, Fitra Jaya, menjelaskan bahwa program tersebut selaras dengan komitmen Indonesia menurunkan emisi hingga 43,2 persen pada 2030 melalui kolaborasi internasional.

Menurutnya, inovasi ini mengubah limbah pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah yang tidak hanya meningkatkan kualitas tanah, tetapi juga berpotensi menjadi aset dalam perdagangan karbon internasional.

Baca juga : Sisihkan 514 Daerah, Padang Panjang Peringkat Dua Nasional Tingkat Kegemaran Membaca 2026

“Biochar ini bukan sekadar pembenah tanah, melainkan teknologi ‘soil charger’ yang mampu menangkap dan menyimpan emisi CO₂ dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ia menambahkan, proyek ini terafiliasi dengan organisasi karbon internasional seperti Gold Standard dan Verra.

Pengolahan limbah seperti jerami, bambu, dan kulit kakao yang sebelumnya tidak bernilai kini berpotensi menjadi komoditas ekspor dalam bentuk kredit karbon, membuka peluang ekonomi hijau baru bagi masyarakat Pasaman Barat.

(dmr-ril)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow