Dapatkan Data Terkini Pemko Padang Panjang Gelar Pertemuan Diseminasi
HORIZONE -- Sekretaris Daerah Kota (Sekdako), Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si mengelar pertemuan Diseminasi Pengukuran dan Publikasi Data Stunting (Aksi 7) Kota Padang Panjang 2022 di Hotel Rangkayo Basa, Selasa (13/12) .
Dalam sambutannya Sonny mengatakan, pengukuran dan publikasi data stunting adalah upaya Kota Padang Panjang untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan dan kelurahan.
Sonny menyebutkan, kegiatan diseminasi pengukuran dan publikasi data stunting ini merupakan aksi konvergensi ke-7 yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Panjang sebagai penanggung jawab Aksi 7.
“Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah dalam memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan dan kelurahan. Serta merupakan suatu langkah penting yang dilakukan untuk memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama penurunan stunting,” sebutnya.
Ditambahkannya, kelurahan memiliki peran dan kewenangan untuk mengalokasikan anggaran dalam melaksanakan kegiatan integrasi, intervensi penurunan stunting di tingkat kelurahan. Memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan serta intervensi penurunan stunting secara bersama OPD penanggung jawab layanan dengan lembaga nonpemerintah maupun masyarakat.
Dari kegiatan ini, Sonny berharap data pengukuran stunting beserta faktor determinan yang mempengaruhi dapat dipakai sebagai dasar perencanaan dan penentu kebijakan stunting pada tahun berikutnya. Sehingga upaya perbaikan gizi masyarakat dapat memberikan hasil yang memuaskan.
“Peran lintas sektor dalam upaya penurunan stunting sangatlah penting. Oleh karena itu, pelaksanaan intervensi baik spesifik maupun sensitif secara konvergen, perlu diperkuat melalui koordinasi dan konsolidasi lintas sektor maupun lintas program,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Kesmas dan P2P Dinkes, Rahmaisa, SKM selaku ketua pelaksana menyebutkan, tujuan kegiatan ini untuk mengetahui sebaran data stunting. Agar dapat dilakukan pemantauan secara berkala, mengetahui faktor determinan penyebab terjadinya masalah stunting pada balita serta diharapkan dapat mengembangkan program yang sesuai guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi keluarga serta masyarakat untuk menjaga tumbuh kembang balita yang optimal.
“Peningkatan efektivitas penentuan target layanan dan pengalokasian sumberdaya. Serta digunakan sebagai rujukan untuk tindak lanjut bagi OPD, kecamatan dan kelurahan dalam proses perencanaan hingga melaksanakan kegiatan yang mendukung upaya pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi,” sebutnya.
Rahmaisa mengungkapkan, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kepala Baperlitbang, kepala Dinkes, kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPPA), serta Direktur Pusat Pengembangan Kesehatan Global Unand, Dr. Denas Symond, MCN.
“Peserta berjumlah 32 orang yang berasal dari unsur kecamatan, kelurahan se-Kota Padang Panjang,” tutupnya.
( Asmoro/R ** )
What's Your Reaction?



