Kurangnya Sarana di Mushola Al Muthazam, Jadi Usulan Utama Warga Saat Reses Ketua DPRD Kota Solok
HORIZONE - Ratusan masyarakat RT.III/RW.II Parak Anau Kelurahan Tanah Garam antusias mengikuti kegiatan Reses yang dilaksanakan oleh Ketua DPRD Kota Solok, Hj. Nurnisma.SH,Jum'at Sore (26/8/2022).
Dikatakan Ketua DPRD Kota Solok, sesuai dengan perundang-undangan, setiap Anggota DPRD melaksanakan kewajiban ke daerah pemilihannya untuk menyerap aspirasi dari masyarakat atau konstituen sebanyak 3 (tiga) kali dalam satu tahun.
" Hasil dari reses atau jemput aspirasi kepada masyarakat ini nantinya akan di jadikan sebagai laporan untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan rencana pembangunan dalam RAPBD,"ungkap Nurnisma.
Memanfaatkan kesempatan itu, salah satu Masyarakat Parak Anau, Gusyoldi, SH mengatakan, Musholla Al Multazam juga telah memiliki MDA sebagai standar proses belajar mengaji untuk anak-anak warga Parau Anau.
Namun sampai saat ini, kata dia, MDA itu hanya memiliki plang nama, dan proses belajar mengajar masih dilaksanakan di Musholla Al Multazam.
Gusyoldi berharap agar Pemerintah Daerah Kota Solok mau mengabulkan permintaannya, dan mendirikan ruangan atau kelas untuk MDA Al Multazam Parak Anau, Kelurahan Tanah Garam.
" Saat ini untuk mengajarkan ilmu agama kepada anak anak, MDA Al Multazam dibantu oleh 4 orang guru, sementara itu santri telah berjumlah sebanyak 60 orang anak " imbuh ketua pengurus Musholla tersebut.
Selain membutuhkan ruangan kelas, serta Kursi dan Meja belajar Santri, papan tulis, dan ATK lainnya, Musholla Al Multazam sampai saat ini juga belum memiliki sarana pendukung lainnya untuk beribadah umat, diantaranya, belum adanya saluran air bersih (PDAM).
" Sementara untuk pembiayaan Mushola dan MDA, didapatkan dari infaq jama'ah dan swadaya masyarakat yang menginginkan Kota Solok menjadi kota yang diberkahi, maju dan sejahtera," imbuh Gusyoldi.
Dijelaskan, sejak Berdiri 2008 lalu, Mushola AL - Multazam belum Dapat Bantuan Dari Pemko Solok.Walaupun telah melalui permohonan resmi kepada Pemerintah Daerah, dan juga telah sering disampaikan secara langsung satiap tahunnya kepada Tim Ramadhan Pemerintah kota Solok yang berkunjung.
Selain tempat beribadah,Musholla Al Multazam juga difungsikan sebagai tempat berkomunikasi oleh warga setempat untuk membicarakan dukungan program Pemerintahan bahkan sebagai tempat pertemuan bulanan Panggung Pidato Adat.

Menyikapi keluhan yang disampaikan oleh Gusyoldi, ketua DPRD kota Solok Hj. Nurnisma berjanji akan membawa permasalahan itu dalam Rapat Gabungan komisi DPRD kota Solok, serta akan segera membicarakannya dengan Kepala Daerah.
Menurut Hj.Nurnisma, selain tempat beribadah umat Islam, Masjid atau Musholla merupakan tempat strategis untuk pembangunan dan pemberdayaan umat, salah satunya dibidang ekonomi.
Berdasarkan itu, Pemerintah Daerah sebagai eksekutor pembangunan harus dapat membedakan dan mendahulukan kebutuhan yang urgent agar proses pendidikan yang ada serta proses pemberdayaan umat dapat berjalan dengan maksimal.
Disela kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Solok juga menyampaikan rasa harunya atas kepedulian masyarakat Parak Anau dalam mendukung program Pemerintah dalam pengembangan agama Islam.
" Aspirasi yang disampaikan merupakan gambaran dari keseriusan Pengurus dalam mengembangkan agama Islam, dan pengurus Mushola Al Multazam juga terbukti telah menjadikan para jamaah sebagai mata rantai ekonomi yang terintegrasi, terutama dalam memenuhi kehidupan sehari hari, dan seharusnya kekurangan sarana dan fasilitas itu tidak terjadi " papar Hj.Nurnisma.
(Wahyu Haryadi)
What's Your Reaction?



