Pemkab Dharmasraya Perkuat UMKM, Pengurus Dekranasda 2025–2030 Resmi Dilantik

HORIZONE - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif melalui pelantikan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Dharmasraya periode 2025–2030, Selasa (28/4/2026).

Pemkab Dharmasraya Perkuat UMKM, Pengurus Dekranasda 2025–2030 Resmi Dilantik

Pelantikan dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Jasman Dt. Bandaro Bendang, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta pelaku UMKM. Dalam kepengurusan baru, Hj. Rafnelly Rafki Marlon ditetapkan sebagai Ketua Umum, didampingi Lisma Dewi sebagai Wakil Ketua.

Bupati Annisa Suci Ramadhani menegaskan Dekranasda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya dalam membina pengrajin lokal agar lebih berdaya saing.

“Dekranasda harus mampu membawa produk UMKM dan kerajinan daerah naik kelas hingga dikenal luas di pasar luar daerah,” ujar Annisa.

Ia menyoroti potensi produk khas Dharmasraya seperti batik tanah liek, tas kambuik, dan berbagai kriya lokal yang dinilai memiliki daya saing tinggi. Namun, tantangan utama masih terletak pada promosi, kualitas produk, dan perluasan pasar.

Untuk itu, Bupati meminta pengurus baru tidak hanya fokus pada pameran, tetapi juga aktif melakukan pembinaan melalui pelatihan, bimbingan teknis, hingga studi tiru. Selain itu, pemanfaatan platform digital dan marketplace dinilai penting untuk memperluas jangkauan pemasaran UMKM.

“Saya ingin tahun depan produk UMKM Dharmasraya mampu menembus pasar luar daerah secara lebih luas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Hj. Rafnelly Rafki Marlon menilai kekayaan budaya dan keberagaman masyarakat Dharmasraya merupakan modal besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kerajinan lokal.

Ia menegaskan, ke depan Dekranasda harus mampu mandiri secara finansial dengan mengembangkan unit usaha produktif, seperti pusat produksi batik dan konveksi, pengolahan limbah lidi sawit menjadi produk ekspor, hingga pembangunan galeri dan rest area sebagai pusat oleh-oleh khas daerah.

Selain itu, penguatan desain, branding, sertifikasi produk, serta kurasi UMKM juga menjadi fokus untuk meningkatkan daya saing di pasar.

“Dekranasda harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, bukan sekadar organisasi seremonial,” tegas Rafnelly.

Pelantikan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, organisasi perempuan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Dharmasraya.

red-ril

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow