TP-PKK Padang Panjang Monitoring Program Makanan Bergizi Gratis, Pastikan Tepat Sasaran dan Berkualitas
HORIZONE – Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Padang Panjang. Upaya ini dilakukan untuk memastikan program berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padang Panjang, Maria Feronika Hendri, turun langsung melakukan monitoring ke lokasi pelaksanaan program di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari yang berada di Asrama Polres Padang Panjang, Kamis (9/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Maria meninjau langsung proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat. Ia memastikan bahwa menu yang disajikan telah memenuhi standar gizi serta layak untuk dikonsumsi.
“Program MBG ini sangat baik jika dikelola dengan benar. Pastikan makanan yang disajikan memenuhi standar gizi dan layak konsumsi. Bayangkan jika yang mengonsumsi makanan tersebut adalah kita sendiri,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kualitas bahan baku dan proses penyajian harus menjadi perhatian utama agar program ini benar-benar berdampak pada peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Selain kualitas makanan, Maria juga menyoroti pentingnya akurasi data penerima manfaat. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Sosial PPKBPPPA, untuk memastikan program tepat sasaran.
Menurutnya, validitas data menjadi kunci agar program MBG dapat menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dalam kesempatan itu, Maria turut mendorong agar bahan baku program MBG diprioritaskan berasal dari pedagang lokal di Padang Panjang. Langkah ini dinilai penting untuk menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
“Kita berharap bahan baku diambil dari pedagang lokal agar ekonomi masyarakat ikut bergerak dan manfaat program ini dirasakan lebih luas,” katanya.
Tak hanya melakukan peninjauan, Maria juga berdialog langsung dengan ahli gizi, kader posyandu, serta penerima manfaat untuk menyerap masukan terkait pelaksanaan program di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Rahmaisa, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari pengawasan untuk memastikan program berjalan efektif.
Baca juga : Wawako Pariaman Tegaskan Layanan Kesehatan Tanpa Diskriminasi, Dorong Implementasi HAM bagi Tenaga Medis
“Monitoring ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu dan anak,” ujarnya.
Program MBG sendiri menyasar kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang membutuhkan asupan gizi tambahan untuk mendukung kesehatan serta tumbuh kembang optimal.
Dengan pengawasan yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Padang Panjang berharap program ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting di daerah.
red-ril
What's Your Reaction?



