Dari Minilok Stunting Hiliran Gumanti Masih Rendah Kesadaran Masyarakat
Horizone - Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BPKB) Kecamatan Hiliran Gumanti menyelenggarakan Mini Lokakarya (Minilok) pengentasan stunting Kamis (24/10), di ruang rapat kantor camat setempat di Talang Babungo.
Mini lokakarya dibuka Camat Hiliran Gumanti Zulbakti, S.Pd diikuti Forkompincam, wali nagari, ketua TP PKK kecamatan dan nagari, pendamping desa, bidan desa serta Puskesmas Talang Babungo.
Camat Hiliran Gumanti Zulbakti dalam sambutannya mengajak semua elemen masyarakat untuk peduli terhadap kesehatan masyarakat dilingkungan sendiri.
Dikatakan Zulbakti, akar permasalahan stunting bermula dari rendahnya pola hidup sehat masyarakat . Terkait itulah, maka secara bersama-sama perlu ditingkatkan dan disadarkan masyarakat untuk berpola hidup sehat. Jika pola hidup sehat ini tidak menjadi kebiasaan ditengah masyarakat maka akan sulit mengatasi persoalan stunting.
Rendahnya pola hidup sehat ini juga tidak terlepas dari faktor ekonomi. Ekonomi lemah akan memunculkan kemiskinan ekstrim nantinya. Pemerintah Kabupaten Solok terus berupaya agar pemiskinan ekstrim ini nol persen nantinya, papar Zulbakti.
Koordinator Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BPKB) Kecamatan Hiliran Gumanti Ramadhani, SE mengatakan, SDM untuk melakukan sosialisasi cukup memadai hanya saja belum tepat sasaran dalam penangan stunting.
Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam kesehatan terutama soal gizi, sanitasi dan ketersediaan air bersih serta makanan bergizi akan sangat berpengaruh terjadinya anak stunting.
Rahmad menyarankan, perlu kiranya membangun komunikasi baik secara pribadi maupun kelompok tentang stunting dan bagaimana cara pencegahannya.
Selain itu juga perlu upaya gotong royong menjadi orang tua asuh bagi kelompok sasaran stunting terutama dari keluarga kurang mampu.
( Aznul Hakim )
What's Your Reaction?



