Jelang Iduladha 2026, Pemko Padang Perketat Pengawasan LPG 3 Kg dan Stabilitas Harga Pangan
HORIZONE - Kota Padang bergerak cepat menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pemerintah Kota Padang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting (HLM) di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota, Kamis (7/5/2026), guna menyusun langkah pengendalian inflasi dan pengawasan distribusi energi.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir dan dihadiri unsur Forkopimda, Bank Indonesia, Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Pertamina.
Dalam rapat tersebut, TPID menyoroti fluktuasi harga cabai yang masih menjadi perhatian meski harga ayam dan telur mulai stabil. Namun, persoalan distribusi energi dan kelangkaan LPG 3 kilogram menjadi isu utama yang dibahas.
Maigus Nasir mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap dugaan praktik pengoplosan LPG subsidi 3 kilogram ke tabung non-subsidi yang disebut terjadi secara nasional.
“Ini disinyalir jadi penyebab hilangnya pasokan tabung melon di pasaran. Kita harus awasi ketat di lapangan agar hak masyarakat kecil tidak dirampas,” tegasnya.
Selain LPG subsidi, antrean panjang Biosolar di sejumlah SPBU juga menjadi perhatian karena dinilai mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan lalu lintas. Pemerintah Kota Padang meminta Pertamina lebih transparan terkait distribusi kuota BBM subsidi.
Pemko Padang juga meminta Dinas Pangan memastikan nelayan tetap mendapatkan akses terhadap BBM subsidi guna menjaga aktivitas sektor perikanan tetap berjalan normal.
Dalam paparannya, Maigus Nasir memetakan sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi daerah menjelang Iduladha. Faktor tersebut antara lain konflik Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan tiket pesawat, meningkatnya permintaan hewan kurban serta bahan pangan pokok, hingga fluktuasi harga BBM yang memicu kenaikan biaya distribusi barang.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemko Padang bersama Bank Indonesia terus mengembangkan program Urban Farming untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Program tersebut telah melibatkan sekitar 200 kepala keluarga dari komunitas majelis taklim sejak Ramadan lalu dengan fokus pada budidaya tanaman kebutuhan rumah tangga seperti cabai.
“Kalau masyarakat bisa tanam cabai sendiri di rumah, mereka tidak akan pusing lagi saat harga di pasar sedang pedas,” ujar Maigus Nasir.
Melalui langkah pengawasan distribusi energi, pengendalian harga pangan, dan penguatan ketahanan pangan rumah tangga, TPID Kota Padang berharap masyarakat dapat menyambut Iduladha 2026 dengan aman dan nyaman tanpa kekhawatiran lonjakan harga maupun kelangkaan barang kebutuhan pokok.
red-ril
What's Your Reaction?



