HORIZONE - Momen peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dimanfaatkan Polres Solok dengan melakukan sosialisasi dan edukasi tentang Bahaya Bullying di SDN 15 Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kab. Solok, Kamis (24/7/25) pagi.
Momen refleksi terhadap komitmen untuk melindungi dan mendidik generasi penerus bangsa ini, disampaikan Kanit Bintibsos Sat Binmas Aipda Hendri Yance bersama Bagian Humas Bripda Yodika Arwanda dengan sangat komunikatif tentang bagaimana bahaya bulying , sehingga materi yang dijelaskan mampu dicerna dan diikuti dengan antusias oleh pelajar SD N 15 Batang Barus.
Mengiringi itu, Kanit Bintibsos Sat Binmas Aipda Hendri Yance menguraikan, Bullying atau perundungan merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi oleh anak-anak di berbagai belahan negeri, termasuk di Kabupaten Solok
Fenomena perundungan tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga bisa ditemukan di tempat bermain, lingkungan sekitar, dan bahkan di dunia maya.
"Bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, verbal, hingga cyberbullying yang terjadi melalui media sosial atau platform digital lainnya. Karena itu, pelajar diminta agar pintar-pintar menggunakan medsos melalui gadget,"terangnya.
Dihadiri kepala Sekolah dan jajaran guru, Hendri Yance menyebut, bullying tidak hanya berdampak pada korban secara fisik, tetapi juga memiliki konsekuensi psikologis yang mendalam dan dapat bertahan lama. Anak-anak yang menjadi korban bullying seringkali merasa terisolasi, takut, dan kehilangan kepercayaan diri.
"Selain itu, bullying juga dapat mempengaruhi prestasi akademis mereka, serta kemampuan anak untuk bersosialisasi dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain,ïngatnnya.
Atas alasan itu, Kapolres Solok, ulas Aipda Hendri Yance, menaruh harapan melalui edukasi dan kesadaran tinggi, semua elemen dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak. Sehingga anak didik, khususnya di SDN 15 Batang Barus, dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa harus menghadapi ancaman bullying yang merusak.
"Mari kita bersama-sama mengambil langkah konkret untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus kita,"papar Aipda Hendri Yance.
(Aznul Hakim)