Padang Panjang Salurkan Hibah Rp3 Miliar untuk Aceh, Wujud Solidaritas Pascabencana
HORIZONE — Pemerintah Kota Padang Panjang menunjukkan solidaritas antardaerah dengan mengalokasikan hibah sebesar Rp3 miliar guna mendukung pemulihan pascabencana di Aceh. Bantuan tersebut bersumber dari penyisihan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 yang diterima dari pemerintah pusat.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, dalam kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar di Palembang, Sabtu kemaren. Acara tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.
“Bantuan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang sedang terdampak bencana. Semoga dapat membantu proses pemulihan dan meringankan beban masyarakat di Aceh,” ujar Hendri.
Ia menjelaskan, Kota Padang Panjang menerima tambahan TKD sebesar Rp79,01 miliar. Dari jumlah tersebut, sebagian dialokasikan untuk membantu daerah terdampak bencana di Aceh, sementara sisanya digunakan untuk mendukung program pembangunan serta penanganan pascabencana di daerah sendiri.
Secara keseluruhan, kontribusi kabupaten dan kota se-Sumatera Barat untuk membantu Aceh mencapai Rp27 miliar. Selain Padang Panjang, Kota Payakumbuh juga menyumbang Rp3 miliar.
Sementara itu, Kota Solok, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Solok Selatan masing-masing berkontribusi Rp2 miliar, serta Kota Padang sebesar Rp5 miliar.
Adapun Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Pasaman Barat memberikan bantuan Rp1,5 miliar. Sedangkan sejumlah daerah lain seperti Kota Pariaman, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai masing-masing mengalokasikan Rp1 miliar.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan langsung ke wilayah terdampak berat di Aceh dan dikawal agar tepat sasaran. Penyaluran bantuan ditandai dengan penandatanganan komitmen oleh seluruh kepala daerah se-Sumatera Barat yang disaksikan oleh Mendagri dan Gubernur Sumbar.
Wali Kota Hendri berharap, langkah ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong antardaerah tetap terjaga, khususnya dalam menghadapi situasi bencana yang membutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama.
red-ril
What's Your Reaction?



