Prevalensi Stunting Tanah Datar Naik Jadi 26,9 Persen, Wabup Ahmad Fadly Minta Aksi Nyata di Lapangan
HORIZONE – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting yang dinilai menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Ahmad Fadly saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) di Aula Bappeda Litbang Pagaruyung, Kamis (5/3/2026).
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua TP3S sekaligus Ketua TP PKK Tanah Datar Lise Eka Putra, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, Kepala Bappeda Litbang Adriayanti Rustam, staf ahli TP PKK Ny. Nanda Ahmad Fadly, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.
Dalam arahannya, Wabup Ahmad Fadly menyampaikan bahwa penanggulangan stunting menjadi prioritas penting karena berdampak langsung terhadap pertumbuhan fisik anak serta perkembangan kecerdasan atau kemampuan kognitif.
“Stunting merupakan ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga terhadap kemampuan kognitif dan kecerdasan mereka,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Tanah Datar pada 2025 mengalami peningkatan dari 18,5 persen menjadi 26,9 persen.
Baca juga : Wabup Ahmad Fadly Kunjungi Masjid Lillah Batipuah Ateh, Salurkan Bantuan dan Dukung Program Masjid
Menurutnya, kenaikan angka tersebut menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap upaya penanganan stunting yang telah dilakukan selama ini.
“Ini menjadi cambuk bagi kita semua untuk mengevaluasi apa yang terjadi dalam penanganan stunting di Tanah Datar. Kita tidak hanya berbicara angka, tetapi menyangkut masa depan generasi Tanah Datar,” tegasnya.
Ahmad Fadly menambahkan, berbagai program telah dilaksanakan pemerintah daerah untuk menekan angka stunting. Namun ke depan yang paling dibutuhkan adalah aksi nyata di lapangan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Ia meminta para Camat untuk memaparkan langkah-langkah yang telah dilakukan serta strategi yang akan diterapkan dalam upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting di wilayah masing-masing.
“Saya minta semua camat menyampaikan apa yang telah dan akan dilakukan terkait percepatan penurunan stunting, termasuk strategi ke depan agar program ini benar-benar berdampak,” katanya.
Wabup juga menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara tim TP3S di semua tingkatan, mulai dari jorong, nagari, kecamatan hingga kabupaten dan meminta agar monitoring, evaluasi, serta audit kasus stunting terus dilakukan secara berkala dengan melibatkan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi.
“Dengan keterlibatan masyarakat dan sosialisasi dari dinas terkait, kita harapkan penurunan stunting dapat menjadi gerakan bersama,” ujarnya.
Baca juga : Pemko Padang Panjang Buka Pendaftaran Kios Pasar Pusat untuk Pedagang Musiman Ramadan
Sementara itu, Ketua TP PKK Tanah Datar Lise Eka Putra menambahkan bahwa upaya percepatan penurunan stunting harus melibatkan berbagai sektor dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif sangat diperlukan agar target penurunan stunting dapat tercapai.
“Penurunan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai sektor serta OPD terkait agar tujuan dan target penurunan stunting dapat dicapai,” katanya.
Ia juga mendorong dilakukan analisis mendalam terhadap perbedaan data prevalensi stunting berdasarkan hasil SSGI agar pemerintah memiliki dasar kebijakan yang akurat.
Selain itu, ia mengingatkan agar berbagai inovasi program penurunan stunting yang telah dicanangkan tidak hanya menjadi slogan tahunan, tetapi benar-benar dijalankan secara berkelanjutan di seluruh nagari di Kabupaten Tanah Datar.
damara
What's Your Reaction?



