Remaja Terima Alat Bantu Dengar, Buka Harapan Baru bagi Penyandang Gangguan Pendengaran
HORIZONE – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman menyerahkan bantuan alat bantu dengar kepada seorang remaja bernama Udin yang selama bertahun-tahun mengalami gangguan pendengaran. Bantuan tersebut diharapkan menjadi titik awal perubahan besar dalam kehidupan Udin dan keluarganya.
Udin merupakan anak dari Ibu Beyok yang tinggal di Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman. Ia hidup dalam rumah sederhana bersama ibunya dan seorang saudaranya yang juga mengalami gangguan pendengaran.
Kondisi tersebut membuat keluarga ini menghadapi keterbatasan dalam berkomunikasi sehari-hari. Selama ini Udin hanya dapat berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat dan tidak mampu mendengar suara meski dari jarak dekat.
Sebagai bentuk kepedulian, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, bersama jajaran pemerintah daerah dan PKK mengunjungi langsung rumah keluarga tersebut pada Sabtu (14/3/2026).
Baca juga : Pelantikan Komisioner KPID Sumbar Periode 2026–2029 Dijadwalkan Ulang, Digelar 16 Maret 2026
Dalam kunjungan itu, Bupati menyerahkan sekaligus memasangkan alat bantu dengar kepada Udin. Bantuan tersebut berasal dari donasi yang dihimpun oleh pemerintah daerah, PKK, serta sejumlah donatur yang tergerak membantu.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa membantu Udin dengan alat bantu dengar. Semoga ini menjadi awal yang baik agar ia dapat berkomunikasi lebih baik dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” ujar John Kenedy Azis.
Setelah alat bantu dengar dipasangkan, Udin mulai dapat menangkap suara di sekitarnya dan perlahan mencoba berinteraksi dengan orang-orang di sekelilingnya. Momen tersebut menjadi haru bagi keluarga yang selama ini berharap Udin dapat kembali mendengar.
Dokter spesialis yang menangani Udin, Donny Hendriyanto, menjelaskan bahwa Udin sebelumnya didiagnosis mengalami Sensorineural Hearing Loss dengan tingkat kehilangan pendengaran sekitar 70 hingga 80 desibel.
Baca juga : Pengadaan Tanah Flyover Sitinjau Lauik Capai Progres Signifikan, Segera Masuk Tahap Konstruksi
“Dengan alat bantu dengar ini, Udin mulai bisa menangkap suara. Namun ia tetap membutuhkan kontrol medis berkala serta terapi bicara agar kemampuan komunikasinya berkembang lebih baik,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap bantuan tersebut tidak hanya membuka kembali dunia suara bagi Udin, tetapi juga menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarga.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan para donatur, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.
red-ril
What's Your Reaction?



