Wawako Ramadhani Sampaikan LKPj Walikota Solok Tahun 2022 Dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Solok
HORIZONE - Wawako Solok, Ramadhani Kirana Putra sampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Solok tahun anggaran 2022 dalam rapat Paripurna DPRD di Sekretariat DPRD Kota Solok,Jum’at (31/3/2023).
Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD, Hj.Nurnisma.SH dihadiri Wakil Ketua DPRD, Efriyon Coneng dan Bayu Kharisma bersama anggota DPRD lainnya. Paripurna ini juga dihadiri Walikota Solok, Zul Elfian Umar, Forkopimda, Sekda Syaiful Rustam, KAN, LKAAM, Bundo Kanduang, Perwakilan BUMD/BUMN, serta sejumlah Pimpinan OPD dan insan Pers serta undangan lainnya.
Wawako Solok,Ramadhani Kirana Putra menyampaikan, target yang telah ditentukan dalam APBD Tahun 2022 baik itu Pendapatan maupun Belanja, belum dapat dicapai dengan cukup baik. Hal itu lantaran sepanjang Tahun 2022 dan sampai saat ini, masih dalam kondisi proses pemulihanan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19 dan tekanan inflasi yang cukup tinggi khususnya di Provinsi Sumatera Barat.

Lebih lanjut, Wawako Solok menyebutkan Pelaksanaan APBD 2022 dapat dijelaskan untuk target Pendapatan dalam APBD Perubahan Tahun 2022 direncanakan sebesar Rp.552,75 milyar, dapat direalisasikan sebesar Rp.545,95 milyar atau terealisasi sebesar 98,77%.
Sedangkan Realisasi Pendapatan Tahun 2022 sebesar Rp. 545,95 milyar ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.42,10 milyar dari target 46,25 milyar atau terealisasi 91,04% dan Pendapatan Transfer terealisasi sebesar Rp.503,84 milyar dari target Rp.506,50 milyar atau 99,48%.
Hal yang kurang menggembirakan adalah bahwa rata-rata komponen PAD belum terealisasi sesuai target yang telah ditetapkan. Penerimaan dari Pajak Daerah direncanakan sebesar Rp. 12,68 milyar, terealisasi sebesar Rp. 12,14 milyar atau 95,74%.
Untuk Retribusi Daerah, direncanakan sebesar Rp. 6,21 milyar, terealisasi sebesar Rp. 5,04 milyar atau 81,25%.
“Tidak terealisasinya target ini lebih banyak disebabkan karena belum maksimalnya aktifitas usaha masyarakat dan penurunan omset unit-unit usaha seperti hotel, restoran, dan hiburan serta belum pulihnya potensi daya beli masyarakat karena efek pasca pandemi Covid-19,” jelasnya.
Sementara itu, target Belanja Daerah yang dianggarkan sebesar Rp.654,59 milyar, dapat direalisasikan sebesar Rp.594,26 milyar atau terealisasi sebesar 90,78%.
Realisasi Belanja tahun 2022 sebesar Rp.594,26 milyar ini terdiri dari realisasi Belanja Operasi sebesar Rp.494,92 milyar dari target Rp.533,89 milyar atau 92,7%, realisasi Belanja Modal sebesar Rp.99,27 milyar dari target sebesar Rp.119,80 milyar atau terealisasi sebesar 82,86%, realisasi Belanja Tidak Terduga sebesar Rp. 30,77 juta dari target sebesar Rp.863,91 juta atau terealisasi sebesar 3,56% dan Belanja Transfer yang terealisasi Rp. 35 juta atau 100% dari yang ditargetkan.
Realisasi Belanja Operasi, khususnya Belanja Pegawai, Belanja Belanja Barang dan Jasa dan Realisasi Belanja Modal harus terus ditingkatkan karena kedua komponen belanja inilah yang akan sangat berpengaruh terhadap gerak roda pembangunan dan perekonomian daerah.
Pada tahun 2022, Belanja Pegawai dapat direalisasikan sebesar Rp.260,06 milyar dari target Rp.278,35 milyar atau 93,43%. Belanja Barang dan Jasa dapat direalisasikan sebesar Rp.225,33 milyar dari target Rp.245,34 milyar atau 91,84%. Sedangkan Belanja Modal dapat direalisasikan sebesar 82,86% dari yang ditargetkan.
Wawako juga menyebutkan, dilihat dari rata-rata realisasi Belanja, baik Belanja Operasi maupun Belanja Modal, rata-rata selama beberapa tahun terakhir ini cenderung hanya berkisar antara 85%-95%.
“Persentase penyerapan kedua komponen Belanja ini harus terus ditingkatkan lagi dengan cara lebih meningkatkan kualitas perencanaan, inovasi dan kreativitas, serta koordinasi yang harmonis antar seluruh OPD Daerah dan pihak terkait lainnya untuk mengatasi semua masalah dan kendala yang ditemui baik itu dari aspek administrasi, personil, keuangan maupun kendala di lapangan,”ungkap Wakil Walikota Solok.
(Wahyu Haryadi)
What's Your Reaction?



